get app
inews
Aa Text
Read Next : Solusi Sehat Mama Muda Nikita Willy, Masak Nasi Low Sugar dengan Rice Cooker Terbaru

Rumah Bambu Lapuk Nyaris Ambruk, Keluarga di Karawang Terpaksa Mengungsi

Senin, 12 Januari 2026 | 14:40 WIB
header img
Rumah Bambu Lapuk Nyaris Ambruk, Keluarga di Karawang Terpaksa Mengungsi. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pasangan suami istri Soma (55) dan Ani (51), warga Desa Sempalan, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir rumah yang mereka tempati roboh. Kondisi rumah yang sudah puluhan tahun berdiri itu kini sangat memprihatinkan dan dinilai tidak layak huni.

Rumah yang seluruh bangunannya terbuat dari bilik bambu tersebut telah lapuk dimakan usia. Sejumlah dinding tampak berlubang, sementara struktur bangunan mulai miring dan rawan ambruk.

Ani mengatakan, ia bersama suami dan dua anaknya memilih mengungsi demi keselamatan keluarga, terutama anak-anak. Keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak mampu memperbaiki rumah tersebut.

“Suami saya hanya buruh serabutan. Penghasilan yang ada hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah anak-anak, bahkan sering kekurangan,” kata Ani, Senin (12/1).

Ia mengungkapkan, kondisi rumah terus memburuk karena bilik bambu yang rapuh tidak pernah diganti. Seiring waktu, kerusakan semakin parah hingga membahayakan penghuni.

“Rumah sudah tidak layak ditempati dan berbahaya, makanya kami terpaksa mengungsi,” ujarnya.

Ani juga mengaku sempat mendapat informasi bahwa rumahnya akan menerima bantuan perbaikan melalui program Rumah Layak Huni (Rulahu). Namun hingga kini, bantuan tersebut belum juga terealisasi.

“Katanya mau dapat bantuan Rutilahu, tapi ditunggu-tunggu tidak ada. Sekarang rumah sudah miring, kami tidak bisa bertahan lagi,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu rumahnya sempat didatangi orang yang mengaku petugas pemerintah untuk melakukan pendataan dan mengambil foto kondisi rumah. Namun setelah itu tidak ada tindak lanjut.

“Rumah sudah difoto-foto, tapi sampai sekarang belum ada bantuan atau kabar lanjutan,” pungkas Ani.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut