Taman Ekoriparian Kotabaru: Proyek Mercusuar Rp1,5 Miliar Tanpa Manfaat, Cuma Jalan 10 Hari

Menurutnya, untuk sementara perawatan taman tetap dilakukan seminggu sekali oleh petugas taman. Namun, fungsi utama IPAL yang seharusnya mengelola air limbah dari industri kulit belum berjalan.
“Akhir bulan lalu kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait alternatif pengaktifan kembali pengelolaan limbah. Hasilnya masih menunggu, dan rencananya akan langsung diterapkan, terutama untuk instalasi yang asetnya rawan hilang,” jelasnya.
Kemudian untuk pemeliharaan Taman Ekoriparian Kecamatan Kota Baru, Berdasarkan data SIRUP LKPP, DLHK Karawang sebenarnya telah merencanakan anggaran Rp198,2 juta untuk 2025 ini. Namun, rencana tersebut ditunda dengan alasan keamanan serta menunggu hasil perbaikan teknis IPAL.
“Dengan berbagai pertimbangan, untuk sementara dipending. Dan rencananya anggaran itu akan dialihkan ke perawatan Taman Ekoriparian Bintang Alam,” tukasnya.
Editor : Frizky Wibisono