get app
inews
Aa Text
Read Next : Bapenda Karawang Luncurkan Fitur E-SPPT, Wajib Pajak Bisa Cetak SPPT Secara Mandiri

Irigasi Karanggelam Cikampek Dipadati Sampah Kiriman

Jum'at, 28 Februari 2025 | 14:01 WIB
header img
Irigasi Karanggelam Cikampek Dipadati Sampah Kiriman. Foto : istimewa.

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Gorong-gorong irigasi Karanggelam di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, kembali dipenuhi sampah kiriman sejak Rabu, 26 Februari 2025. Kejadian ini menjadi viral setelah video amatir yang merekam kondisi tersebut beredar luas di media sosial.

Camat Cikampek, Usep Supriatna, menjelaskan bahwa sampah ini disebut kiriman karena berasal dari berbagai aliran sungai kecil yang bermuara di Simpson Karanggelam. Diperkirakan, sumber sampah berasal dari aliran sungai di Cikampek Timur, Cikampek Selatan, Cikampek Pusaka, Kamojing, hingga dari luar Karawang seperti Cikopo dan Cinangka, Purwakarta.

“Kondisi ini terjadi saat hujan deras. Sampah terdorong arus dan tertahan di bendungan karena adanya saringan di bawahnya,” jelas Usep pada Kamis, (27/2/2025).

Menurutnya, peristiwa serupa pernah terjadi dua tahun lalu, tetapi kali ini volume sampah lebih besar. Ketebalan tumpukan sampah mencapai 50 cm, ditambah banyaknya sampah yang tersangkut di bawah jembatan air. Diperkirakan jumlah sampah mencapai beberapa ton.

“Dua tahun lalu butuh lima hari untuk membersihkan sampah, dengan sekitar 10 kendaraan mengangkutnya setiap hari ke TPA Jalupang,” ungkapnya.

Saat ini, proses pembersihan masih berlangsung. Namun, sampah yang telah dikumpulkan belum bisa diangkut ke TPA Jalupang karena kondisi jalan yang licin, yang berisiko membuat truk tergelincir.

“Hari pertama sudah lima truk penuh, tapi belum bisa diangkut karena licin. Kita tunggu sampai jalan mengering,” tambahnya.

Usep mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menangani masalah ini. Meskipun ini merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), proyek tersebut belum diserahterimakan sehingga BBWS belum bisa mengambil tindakan.

“Alhamdulillah, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, langsung merespons dengan menginstruksikan Bappeda, PUPR, dan DLH untuk turun tangan. Bahkan, alat berat seperti beko juga dikerahkan untuk membantu pembersihan,” jelas Usep.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak lingkungan seperti banjir atau wabah penyakit akibat sampah tersebut.

Ke depan, Usep berharap solusi jangka panjang dapat diterapkan, seperti pembangunan sariban (tempat penyaringan sampah) dan fasilitas pengolahan sampah di setiap desa, agar sampah tidak lagi menumpuk di sungai atau harus selalu dibuang ke TPA Jalupang.

“Tiap desa harus memiliki tempat pengolahan sampah sendiri agar masalah ini tidak terus berulang,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut