5.400 Rumah Terendam Banjir Rob di Kabupaten Karawang

KARAWANG, iNewsKarawang.id - Gelombang pasang air laut menyebabkan banjir rob yang melanda 9 kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat sejak Jumat (13/12/2024). Banjir rob tersebut hingga saat ini dilaporkan belum surut.
Sebanyak 9 Kecamatan terdampak banjir rob antara lain Kecamatan Tirtajaya, Cibuaya, Cipedes, Cilebar, Tempuran, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Pakis Jaya, dan Batujaya.
Akibat peristiwa ini lebih dari 5.400 rumah warga terendam banjir dan 5.430 kepala keluarga terdampak. Berdasarkan laporan yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi BNPB tinggi muka air mencapai 20 hingga 40 cm.
“Kami laporkan bahwa kejadian banjir rob ya, di wilayah utara pantai Kabupaten Karawang ini betul terjadi mulai dari hari Jumat tanggal 13 Desember. Kemudian mungkin puncaknya itu sekitar hari Minggu tanggal 15 Desember terjadi puncaknya karena memang laporan dari wilayah sangat masif,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karawang, Mahpudin dalam Teropong Bencana BNPB, Rabu (18/12/2024).
Mahpudin pun mengatakan bahwa kondisi banjir rob saat ini sudah berangsung normal. “Tapi kondisi riil sekarang kita melihat di wilayah sudah berangsur normal kembali. Jadi kondisi sekarang sudah kembali posisinya ke arah landai tidak seperti hari-hari yang tanggal 16, tanggal 15.” terang Mahpudin.
Lebih lanjut, Mahpudin mengatakan bahwa banjir rob juga berdampak pada mata pencaharian warga sekitar khususnya sektor tambak.
"Kaitannya dengan tambak yang ada di sekitar tersebut berdampak terhadap produknya memang ada sedikit dampak terhadap mata pencaharian warga di sekitar yang terdampak tadi banjir.” ucapnya.
Mahpudin memastikan telah berkoordinasi dengan Bupati Karawang untuk penanganan lebih lanjut banjir rob yang melanda.
"Kami pada hari Minggu, Pak Bupati langsung mengadakan rapat koordinasi dengan para Camat di daerah pesisir kemudian memerintahkan untuk kami turun ke lapangan.”katanya
Kemudian, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada korban terdampak serta mengerahkan satgas ke lokasi untuk memudahkan evakuasi.
“Kami menyalurkan bantuan permakanan ada yang siap saji kemudian semacam nasi bungkus pada malam Senin kemudian air mineral karena memang dikhawatirkan untuk minum warga misalnya agak susah ya. Kemudian antisipasi selanjutnya menyiagakan seluruh petugas baik petugas BPBD yang ada di wilayah maupun aparat maupun Kapolsek,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono