Bagaimana Proses Terbentuknya Berlian? Berikut Penjelasanya
JAKARTA, iNewsKarawang.id - Anda pasti tahu bahwa berlian, emas, dan perhiasan lainnya adalah benda-benda yang sangat langka, inilah yang membuatnya memiliki harga selangit. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana berlian berasal dan bagaimana proses terbentuknya berlian?
Sudah berlangsung ribuan, bahkan jutaan hingga miliaran tahun yang lalu, ketika suhu dan tekanan sangat tinggi di kedalaman 161 km atau lebih dalam di bawah permukaan bumi, karbon murni berubah menjadi kristal berlian yang tidak berwarna.
Berlian terbuat dari satu elemen saja, yaitu karbon, sehingga menjadi satu-satunya batu permata yang memiliki ciri khas tersebut. Berdasarkan beberapa sumber, aktivitas vulkanik dapat membawa berlian dari kedalaman yang lebih dalam ke permukaan bumi.
Pipa vulkanik, yang disebut pipa kimberlit, mendorong berlian ke permukaan bumi dan mendinginkannya dalam prosesnya. Saat ini, penambangan berlian dilakukan di daerah yang dahulu mengalami aktivitas vulkanik serta di dasar laut.
Lebih dari 2.400 tahun yang lalu, India adalah tempat pertama kali ditemukannya dan dilakukan penambangan berlian. Seiring berjalannya waktu, berlian juga ditemukan di berbagai wilayah lain di seluruh dunia, termasuk di Afrika.
Dalam perdagangan saat ini, Afrika, Rusia, Australia, dan Kanada adalah penghasil berlian terbanyak.
Ketika berlian bergerak ke permukaan Bumi, berlian terkadang bercampur dengan sejumlah kecil mineral lain dan menghasilkan beragam warna. Berlian yang benar-benar tidak berwarna atau transparan sangat langka dan mahal.
Sebagian besar berlian memiliki sedikit warna cokelat atau kuning. Warna lain yang lebih langka adalah biru, merah, oranye, merah muda, dan hijau.
Meskipun batu permata yang indah dan populer ini mungkin terlihat seperti kaca transparan yang halus, namun sebenarnya berlian adalah bahan alami yang paling keras di Bumi.
Editor : Boby