get app
inews
Aa Text
Read Next : Berikut Hasil Semifinal Wilayah NBA 2022-2023

Bagaimana Proses Terbentuknya Berlian? Berikut Penjelasanya

Rabu, 12 April 2023 | 09:32 WIB
header img
ilustrasi

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Anda pasti tahu bahwa berlian, emas, dan perhiasan lainnya adalah benda-benda yang sangat langka, inilah yang membuatnya memiliki harga selangit. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana berlian berasal dan bagaimana proses terbentuknya berlian?

Sudah berlangsung ribuan, bahkan jutaan hingga miliaran tahun yang lalu, ketika suhu dan tekanan sangat tinggi di kedalaman 161 km atau lebih dalam di bawah permukaan bumi, karbon murni berubah menjadi kristal berlian yang tidak berwarna.

Berlian terbuat dari satu elemen saja, yaitu karbon, sehingga menjadi satu-satunya batu permata yang memiliki ciri khas tersebut. Berdasarkan beberapa sumber, aktivitas vulkanik dapat membawa berlian dari kedalaman yang lebih dalam ke permukaan bumi.

Pipa vulkanik, yang disebut pipa kimberlit, mendorong berlian ke permukaan bumi dan mendinginkannya dalam prosesnya. Saat ini, penambangan berlian dilakukan di daerah yang dahulu mengalami aktivitas vulkanik serta di dasar laut.

Lebih dari 2.400 tahun yang lalu, India adalah tempat pertama kali ditemukannya dan dilakukan penambangan berlian. Seiring berjalannya waktu, berlian juga ditemukan di berbagai wilayah lain di seluruh dunia, termasuk di Afrika.

Dalam perdagangan saat ini, Afrika, Rusia, Australia, dan Kanada adalah penghasil berlian terbanyak.

Ketika berlian bergerak ke permukaan Bumi, berlian terkadang bercampur dengan sejumlah kecil mineral lain dan menghasilkan beragam warna. Berlian yang benar-benar tidak berwarna atau transparan sangat langka dan mahal.

Sebagian besar berlian memiliki sedikit warna cokelat atau kuning. Warna lain yang lebih langka adalah biru, merah, oranye, merah muda, dan hijau.

Meskipun batu permata yang indah dan populer ini mungkin terlihat seperti kaca transparan yang halus, namun sebenarnya berlian adalah bahan alami yang paling keras di Bumi.

Meskipun berlian dapat pecah atau terbakar dalam kondisi ekstrem tertentu, hanya berlian yang memiliki kemampuan untuk menggores atau memotong berlian lainnya. Sebenarnya, kata "berlian" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tidak bisa dihancurkan", mengacu pada sifat kekekalan dan kekuatan berlian dalam menahan goresan atau pemotongan.

Sifat alami berlian yang tangguh ini membuatnya populer di lingkungan industri. Berlian digunakan dalam segala jenis mesin, seperti bor dan gergaji. Para ahli memperkirakan bahwa hingga 80% dari semua berlian, digunakan untuk keperluan industri. Hanya sekitar 20% berlian yang berkualitas digunakan untuk perhiasan.

Sejak tahun 1950-an, berlian juga telah diproduksi oleh manusia. Dengan menduplikasi proses alami yang terjadi jauh di bawah permukaan bumi, para produsen belajar membuat berlian sendiri untuk keperluan industri.

Namun, baru-baru ini, beberapa produsen bahkan sudah mampu memproduksi berlian berkualitas permata di laboratorium. Dibuat oleh manusia dalam hitungan hari, bukan jutaan tahun, berlian buatan manusia ini memiliki kualitas kimiawi, fisika, dan optik yang sama dengan berlian alami yang ditambang.

Dengan perbedaan yang sama sekali tidak terlihat dengan mata telanjang, pengujian khusus di laboratorium sering kali diperlukan untuk membedakan berlian buatan manusia dengan berlian alami yang ditambang.

Meskipun batuan alami yang memiliki warna indah jarang ditemukan, manusia dapat memberikan warna unik pada berlian buatan saat proses pembuatannya. Berlian buatan biasanya lebih terjangkau dibandingkan dengan batu alam.

Editor : Boby

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut