NU Karawang di Muktamar Dukung Calon Ketum PBNU yang Tidak Baperan

KARAWANG, iNews.id - Sebanyak 1.959 Muktamirin dari seluruh Indonesia maupun manca negara hadiri Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung. Sejumlah pegurus pun akan memberikan suaranya pada agenda utama dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun ini.
Menurut Ketua Pengurus Cabang NU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby muktamar ini akan berlangsung selama dua hari, sejak 22-23 Desember 2021.
"Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama dunia juga hadir, sudah ada 46 kalau tidak salah. Dari negara Timur Tengah, Amerika, Australia, Jerman, Inggris, jadi turut hadir ya, Rusia juga ada," ujarnya.
Lebih lanjut, Muktamar ini dibuka secara langsung oleh Presiden Jokowi, dengan jumlah peserta dibatasi, yakni hanya 500 orang.
"Meskipun singkat ya mudah-mudahan lancar, aman, tertib, kalau di NU kan biasa diawalnya gegeran, tapi InsyaAllah berakhir dengan damai. Siapapun terpilih Ketua Umum PBNU itulah hakekatnya dari Allah SWT, dia yang dipercaya untuk memimpin 100 juta lebih NU di dunia ini," imbuh Kang Uyan.," ucapnya.
Disinggung soal calon dukungannya, ia hanya menyebutkan ciri-ciri kriteria calon yang sesuai dan diprediksi mampu menahkodai PBNU.
"Kalau di NU dia seorang ulama beneran, kyai, yang alim, yang kapabel, terus tahu dunia internasional terus juga siap untuk dibully, penting untuk Ketua PBNU mah, kalau ketua PBNU baperan bahaya itu," tuturnya.
Editor : Frizky Wibisono