RS Mandaya Karawang Angkat Tema Clinical Update on Work Accident Management dalam Webinar

Faizol Yuhri
.
Selasa, 06 Desember 2022 | 14:49 WIB
Rumah Sakit Mandaya Karawang gelar webinar medis bersertifikat dengan total 14 SKP IDI, Sabtu (3/12/2022). (Foto: istimewa)

KARAWANG, iNewsKarawang.id - Rumah Sakit Mandaya Karawang gelar webinar medis bersertifikat dengan total 14 SKP IDI, Sabtu (3/12/2022). 

Seminar ini mengangkat tema Clinical Update on Work Accident Management

1.223 peserta webinar yang turut berpartisipasi berasal dari dokter umum, dokter spesialis dan praktisi kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

Acara ini menghadirkan para ahli di bidangnya. Di antaranya dr. Bayu Antara Hadi, Sp.OT yang membahas tentang “Hand Trauma”;  narasumber kedua dr. Ruth Silaban, Sp.S dengan mengangkat tema “Neck and Low Back Pain Management Associated by Work”; kemudian dr. Nita Theresia Reyne,Sp.KFR  mengambil judul “Rehabililtation Aspect on Hand Trauma”; selanjutnya  dr. Ucu Nurhadiat, Sp.An.,FIPM mengangkat tema “Interventional Pain Management For Back Pain“.

Dr. Andri Wiguna Sp.OT yang sekaligus Direktur Utama RS Mandaya Karawang menuturkan, acara ini bertujuan memberikan perkembangan terkini tentang alur diagnosis dan tatalaksana pada kasus bedah sehari-hari di pelayanan medis, serta memberikan wawasan baru tentang perawatan dan tindakan pada pasien trauma dalam rangka meningkatkan kualitas hidup pasien.

"Hal ini masih sangat diperlukan mengingat angka mortalitas yang tinggi pada pasien-pasien kegawatan daruratan kasus trauma. Penanganan awal yang tepat diharapkan dapat menurunkan angka mortalitas pada pasien. Dengan demikian, diperlukan update ilmu bidang Ortopedi & Traumatologi untuk memberikan outcome yang baik bagi pasien," katanya melalui rilis tertulis. 

Dr. Pocut Slanga selaku moderator webinar mengungkapkan kasus-kasus trauma banyak terjadi, sering menimpa organ multisistem, dan tetap harus mendapatkan penanganan yang optimal walaupun kita masih mengalami pandemi covid 19. 

Menurutnya penanganan trauma tetap berpegang pada prinsip-prinsip manajemen trauma ATLS (Advanced Trauma Life Support), yaitu dengan prinsip universal precaution (keselamatan diri dan pasien) dan pencegahan terjadinya cedera lebih lanjut. Prosedur Primary dan Secondary Survey tetap merupakan prosedur penanganan utama. Jangan lupakan keamanan penolong dan pasien, APD yang memadai harus dipakai. Jika pasien harus dirujuk, pasien dirujuk dalam keadaan stabil sesuai prosedur rujukan yang baik. 

Titik berat primary survey adalah untuk menyelamatkan jiwa.  Sedangkan titik berat secondary survey adalah untuk memeriksa seluruh tubuh pasien dan mengevaluasi seluruh prosedur yang sudah dilakukan atau alat yang sudah dipasang. Secondary survey dilakukan setelah pasien stabil. 

Dr. Bayu Antara Hadi, Sp.OT selaku narasumber pertama mengungkapkan bahwa Pengetahuan mengenai anatomi serta pemeriksaan klinis yang baik dapat menegakkan diagnosis dan tatalaksana awal yang optimal pada kasus-kasus ortopedi.

Editor : Boby

Follow Berita iNews Karawang di Google News

Bagikan Artikel Ini