Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Fenomena Blue Fire Muncul di Kawah Manuk Papandayan, IABI Ingatkan Bahaya Gas Vulkanik
Advertisement . Scroll to see content

Isu Resesi Global 2023 Marak Diperbincangkan, Disebut Lebih Parah Dibandingkan Pandemi Covid-19?

Senin, 24 Oktober 2022 | 11:59 WIB
  • author Fayha Afanin Ramadhanti , Okezone
Isu Resesi Global 2023 Marak Diperbincangkan, Disebut Lebih Parah Dibandingkan Pandemi Covid-19?
Ilustrasi resesi. (Foto: Freepik)

Para penjual juga diminta untuk tidak memiliki stok dalam jumlah besar, karena penjualan online pasti akan terganggu

”Kalaupun beli mereka akan beli yang murah-murah, tidak akan melakukan pembelian dalam jumlah yang cukup,” terang Rhenald.

Menurutnya, hal ini bertentangan dengan prinsip berbisnis.

Strategi negara tidak selalu bisa diterjemahkan ke dalam bisnis, karena keduanya merupakan hal yang berbeda.

Resesi adalah terminologi dalam makro ekonomi yang berlaku untuk skala negara, ruang lingkupnya besar.

Sedangkan bisnis berjalan dalam landasan berbeda, yaitu mikro yang ruang lingkupnya perusahaan.

Rhenald tampak menyayangkan banyak tokoh publik yang terkesan mendramatisir hal ini.

“Apalagi kemudian ada yang mendramatisasi mengatakan ‘percaya deh omongan gue, yang miskin tambah miskin, yang susah tambah susah,’ ya jangan begitu,” jelasnya.

Jadi sebaiknya masyarakat tetap hati-hati dan diharap untuk mempelajari lebih jauh mengenai resesi, agar tidak salah mengartikan.

“Terjemahan ‘tahan uang, jangan spending’ ini justru akan mengakibatkan kita memasuki era yang disebut depresi. jadi dari resesi, depresi, stagnasi, stagflasi. Jadi, jangan overthinking, jangan melebih-lebihkan, kuasai dulu pengertiannya,” pungkasnya.

Editor: Boby

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut