Karrasi19 Asal Karawang Tembus Pasar Nigeria, Olah Limbah Industri Jadi Produk Kreatif

Iqbal Maulana Bahtiar
Forum Ekraf Karawang memperkenalkan inovasi ekonomi sirkular dalam Rakornas ICCN dan Indonesia Creative Connect 2026. Produk Karrasi19 yang mengolah limbah industri menjadi produk bernilai tambah telah menembus pasar Nigeria. Foto : Iqbal Maulana Bahtiar

JAKARTA, iNEWSKarawang.id – Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang memperkenalkan inovasi produk lokal dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026.

Salah satu produk unggulan yang menarik perhatian adalah Karrasi19, inovasi asal Karawang yang mengolah limbah industri menjadi produk bernilai ekonomi dan telah menembus pasar Nigeria.

Pendiri sekaligus Wakil Ketua Forum Ekraf Karawang, Luthfi Ansori, mengatakan keikutsertaan Karawang dalam kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan produk berdaya saing global.

“Karawang menghadirkan produk unggulan dalam display ICCN Jawa Barat yang mengacu pada isu dunia, sejalan dengan semangat green economy atau ekonomi hijau,” ujar Luthfi, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal menjadi peluang bagi Karawang untuk memperluas pasar sekaligus menjawab persoalan lingkungan melalui pemanfaatan limbah industri.

Karrasi19 dikembangkan sejak 29 Juni 2020 dengan mengusung konsep ekonomi sirkular, yakni mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Produk tersebut mendapat perhatian Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat mengunjungi area pameran bersama Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan komitmen untuk memberikan rekomendasi guna mempermudah akses bahan baku limbah industri bagi para perajin.

Ketua Forum Ekraf Karawang, Asep R. Sundapura, mengatakan Karrasi19 kini memiliki 31 stock keeping unit (SKU) yang telah lolos kurasi. Produk tersebut juga telah melakukan ekspor perdana ke Nigeria.

“Ini menjadi momentum penting bagi produk lokal Karawang untuk melangkah ke pasar global,” kata Asep.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi dorongan bagi pelaku ekonomi kreatif lainnya di Karawang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional.

Selain Nigeria, sampel produk Karrasi19 juga telah dikirim ke Kazakhstan, Irlandia, Belanda, dan Jerman melalui jejaring agregator. Pengiriman tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang pasar di sejumlah negara.

Kolaborasi dengan ITB

Pengembangan Karrasi19 selanjutnya diarahkan pada peningkatan kualitas produk melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi.

Koordinator Daerah ICCN Jawa Barat, Vicki Kresna, bersama Executive Committee ICCN, Dwinita Larasati, mendorong pengembangan produk agar semakin adaptif terhadap kebutuhan konsumen dan tren desain global.

Sebagai tindak lanjut, Institut Teknologi Bandung (ITB) dijadwalkan mengunjungi workshop Karrasi19. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung riset material, penyempurnaan desain, peningkatan kualitas, serta pengembangan produk agar semakin kompetitif.

Kolaborasi ini dinilai penting agar inovasi tidak berhenti pada penciptaan produk, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Dengan dukungan riset dan pengembangan, produk berbasis limbah industri diharapkan memiliki kualitas yang semakin baik serta mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Perkuat Jejaring Ekonomi Kreatif

Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari, menyampaikan bahwa jejaring ICCN telah menjangkau 277 kabupaten dan kota di Indonesia.

Indonesia Creative Connect 2026 menjadi ajang konsolidasi organisasi, evaluasi program, serta penguatan kolaborasi ekonomi kreatif antardaerah. Kegiatan tersebut diikuti 38 koordinator daerah yang mewakili provinsi.

Partisipasi Forum Ekraf Karawang menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi daerah dalam jejaring ekonomi kreatif nasional.

Melalui pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property), inovasi produk, dan perluasan akses pasar, pelaku ekonomi kreatif Karawang didorong untuk meningkatkan daya saing.

Capaian Karrasi19 menunjukkan bahwa limbah industri berpotensi diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Ke depan, penguatan riset, desain, kualitas produk, dan kolaborasi strategis diharapkan membuka peluang bagi lebih banyak produk unggulan Karawang untuk menembus pasar internasional.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network