KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang menangani 340 kasus evakuasi satwa liar yang masuk ke lingkungan permukiman sepanjang Januari hingga September 2026.
Kabid Damkar BPBD Karawang, Encep Supriadi, mengatakan evakuasi satwa liar merupakan bagian dari tugas penyelamatan yang dilakukan petugas Damkar. Namun, setiap laporan terlebih dahulu dikaji untuk memastikan penanganan sesuai kondisi di lapangan dan kemampuan peralatan.
“Evakuasi satwa liar kita tindaklanjuti juga karena bagian dari tupoksi kita dalam penyelamatan. Kita asesmen dulu ke lapangan sesuai kemampuan yang kita miliki,” kata Encep, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan data Damkar Karawang, dari 340 evakuasi tersebut, kasus paling banyak melibatkan ular dengan 211 kejadian. Selanjutnya, terdapat 77 evakuasi biawak, 13 musang, 30 kucing, empat anjing dan enam kasus lainnya.
Enam kasus lainnya meliputi evakuasi kerbau, tokek, burung hantu, merpati hingga koloni ulat bulu.
Encep mengatakan kemunculan satwa liar di permukiman banyak terjadi di wilayah selatan Karawang yang masih berdekatan dengan habitat satwa, seperti Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel hingga Klari.
“Wilayah selatan seperti Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel sampai Klari memang berpotensi terjadi kemunculan satwa liar karena lokasinya berdekatan dengan habitat,” ujarnya.
Menurut Encep, alih fungsi lahan menjadi kawasan industri turut membuat ruang hidup satwa liar semakin berdekatan dengan lingkungan masyarakat.
Ia mencontohkan penanganan monyet liar yang masuk ke permukiman. Petugas masih dapat melakukan evakuasi apabila satwa berada di dalam rumah atau bangunan.
Namun, penanganan menjadi lebih sulit jika monyet berada di area terbuka seperti pohon atau atap rumah karena pergerakannya cepat.
“Kalau sudah masuk rumah atau bangunan kita tangani. Tapi kalau ada di area terbuka, di atas pohon atau di atap, sulit untuk kita tangani karena monyet liar bisa berpindah-pindah tempat dengan cepat,” katanya.
Keterbatasan peralatan juga menjadi kendala dalam proses evakuasi. Saat ini, Damkar Karawang belum memiliki senapan bius yang dapat digunakan untuk menangani satwa liar yang sulit dijangkau.
Encep meminta masyarakat tidak menangani sendiri satwa liar yang masuk ke lingkungan permukiman. Warga dapat melaporkan kejadian tersebut melalui markas komando atau pos Damkar terdekat.
“Kalau ada yang ke permukiman segera hubungi kami. Kami sebisa mungkin akan bantu warga evakuasi dengan keterbatasan alat yang kami miliki,” pungkasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat turut menjaga habitat satwa liar dan tidak mengganggu sumber makanan di habitat alaminya. Menurutnya, ketersediaan makanan menjadi salah satu faktor yang dapat mencegah satwa liar keluar dan mencari makan di kawasan permukiman.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
