KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang menerima 32 dokter internsip periode III 2026. Penambahan tenaga medis ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit dan puskesmas.
Penyambutan 32 dokter internsip tersebut digelar di Aula Dinkes Kabupaten Karawang, Kamis (1/10/2026).
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Karawang, Neni Rosnani mengatakan, program internsip merupakan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memantapkan kemampuan dan kemandirian dokter umum sebelum menjalankan tugas secara penuh.
“Program internsip dari Kemenkes itu untuk memantapkan kemahiran dokter umum dan dokter gigi sebelum betul-betul terjun ke lapangan. Semua seleksinya dilakukan di Kemenkes,” ujar Neni.
Untuk periode III 2026, Dinkes Karawang mengusulkan dua rumah sakit dan empat puskesmas sebagai wahana penempatan. Dari usulan tersebut, sebanyak 32 dokter internsip ditempatkan di Kabupaten Karawang.
Neni menyebut, sebelum penambahan tersebut terdapat sekitar 79 dokter internsip yang telah menjalani program di Karawang. Dengan tambahan 32 peserta periode III, total dokter internsip yang saat ini menjalani program mencapai 111 orang.
“Total kita ada 111 yang sedang berjalan di Kabupaten Karawang. Mereka tersebar di 14 puskesmas dan tujuh rumah sakit,” katanya.
Menurut Neni, sekitar 80 hingga 90 persen dokter internsip yang ditempatkan di Karawang merupakan warga asli Karawang. Kondisi tersebut dinilai memberikan peluang bagi dokter muda untuk mendapatkan pengalaman sekaligus berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di daerah asal.
“Mayoritas peserta memang warga Karawang. Kami berharap keberadaan mereka bisa membantu pelayanan kesehatan sekaligus memberikan pengalaman bagi para dokter sebelum terjun sepenuhnya ke masyarakat,” ujarnya.
Dinkes Karawang juga melakukan monitoring secara berkala terhadap pelaksanaan program internsip. Pengawasan dilakukan secara berjenjang bersama Kemenkes dan Dinkes Provinsi Jawa Barat.
“Monitoring ini untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan, sekaligus melihat kendala yang dihadapi dokter internsip selama bertugas,” kata Neni.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Wanakerta, drg. Veronica Maulana mengatakan, keberadaan dokter internsip membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di tingkat puskesmas.
“Keberadaan dokter internsip sangat membantu terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas, terutama untuk klaster 2 dan klaster 3. Tapi tidak menutup untuk masalah di klaster 5,” kata Veronica.
Ia menjelaskan, para dokter internsip tetap menjalankan tugas sesuai kewenangan dan perannya sebagai dokter. Pelaksanaan pelayanan dilakukan dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dan standar pelayanan yang berlaku di puskesmas.
Salah satu dokter internsip periode III 2026, dr. Fari Annisa Nu Askia mengaku bersyukur dapat menjalani program di daerah asalnya. Ia ditempatkan di RSU Citra Sari Husada dan Puskesmas Telagasari.
“Kebetulan saya juga warga lokal dari Karawang. Alhamdulillah karena Karawang sekarang sudah memfasilitasi, di batch saya ini akhirnya saya juga diterima di wahana lokal tersebut,” ujar Fari.
Fari berharap dapat menjalankan tugas dengan baik bersama para dokter internsip lainnya selama menjalani program yang berlangsung selama satu tahun.
“Saya berharap di tahun ini dan dalam satu tahun ke depan, saya dan teman-teman dokter internsip lainnya bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dengan tambahan 32 dokter tersebut, Dinkes Karawang berharap keberadaan dokter internsip dapat membantu memperkuat pelayanan di fasilitas kesehatan sekaligus memberikan pengalaman praktik bagi para dokter sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
