“Hasil pemodelan lintasan tumpahan, serta penyisiran laut dan udara secara intensif selama tiga hari berturut-turut, mengonfirmasi tidak ada anomali produksi maupun kebocoran pada seluruh fasilitas operasi PHE ONWJ,” katanya.
PHE ONWJ bersama DLH Karawang juga telah mengambil sampel ceceran minyak terbaru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puslabfor Polri.
Pinto menambahkan, hasil pemeriksaan terhadap sampel tumpahan minyak yang ditemukan sebelumnya di perairan Ciparagejaya pada akhir Juli 2026 juga tidak menunjukkan kesamaan dengan karakteristik minyak dari fasilitas PHE ONWJ.
“Sebagai catatan, hasil uji forensik Puslabfor Polri terhadap sampel tumpahan sebelumnya di perairan Ciparagejaya, pada akhir Juli 2026, juga menunjukkan bahwa sampel tersebut tidak identik dengan karakteristik minyak dari fasilitas PHE ONWJ,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
