KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Karawang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Karawang, Wiwiek Krisnawati, mengingatkan perempuan agar lebih selektif dalam memilih pasangan guna mencegah risiko kekerasan terhadap anak.
Wiwiek menyoroti sejumlah kasus yang menunjukkan anak menjadi korban kekerasan, bahkan meninggal dunia di tangan pasangan ibunya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm agar perempuan tidak hanya mengedepankan perasaan cinta saat menjalin hubungan, tetapi juga mempertimbangkan faktor keamanan dan masa depan anak.
“Perempuan itu harus cerdas, harus pandai. Hidup itu tidak hanya soal cinta saja, tapi banyak faktor yang harus dipertimbangkan,” ujar Wiwiek, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu hal penting dalam memilih pasangan adalah melihat karakter, sikap, serta tanggung jawab seseorang, terutama terhadap anak.
Seorang ibu, kata dia, harus menjadikan keselamatan dan kasih sayang terhadap anak sebagai prioritas utama.
Menurut Wiwiek, perempuan juga perlu peka terhadap tanda-tanda hubungan yang berpotensi membahayakan, termasuk ketika pasangan menunjukkan perilaku kasar, posesif, atau tidak peduli terhadap kondisi anak.
“Saya juga bingung, kok bisa cinta terhadap orang lain mengalahkan cinta terhadap anaknya sendiri,” katanya.
Selain itu, perempuan juga diminta memiliki keberanian mengambil keputusan tegas apabila berada dalam hubungan yang dinilai tidak sehat atau berpotensi memicu kekerasan.
“Perempuan harus berdaya dan harus berani menentukan sikap,” tegasnya.
Wiwiek menambahkan, anak membutuhkan perhatian dan perlindungan ekstra dari orang tua karena sedang berada pada masa perkembangan penting, seperti belajar berjalan dan berbicara.
"Karena itu, selektif dalam memilih pasangan dinilai menjadi salah satu langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Karawang," tukasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
