Pesisir Karawang Masuk Proyek Giant Sea Wall, Bupati Aep: Solusi Abrasi dan Rob

Gelar Maulana Media
Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Foto : Doc. iNewskarawang.id

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan wilayah pesisir utara masuk dalam proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyebut, kawasan pesisir Karawang sepanjang kurang lebih 85 kilometer akan terdampak pembangunan infrastruktur besar tersebut, termasuk rencana pembangunan jalan tol yang terhubung dari Jakarta hingga Jawa Timur.

“Kalau proyek ini terlaksana, persoalan pesisir seperti abrasi, banjir rob, transportasi laut hingga wisata bahari akan ikut terselesaikan,” kata Aep, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan Giant Sea Wall akan membentang di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, mulai dari Jakarta hingga Surabaya, dan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah pusat.

“Pembangunan ini menjadi prioritas pemerintah pusat dan masuk ranking pertama dalam skala prioritas pembangunan nasional. Tahun ini mulai berjalan,” ujarnya.

Aep mengungkapkan, dirinya telah mengikuti rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta sejumlah kepala daerah pesisir di Pulau Jawa untuk membahas proyek tersebut.

Dalam rapat itu dijelaskan bahwa pembangunan tanggul laut akan dilakukan hingga sekitar 1.000 meter dari garis pantai dan berada di wilayah laut, sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan masyarakat.

“Pembangunannya di laut, bukan di darat. Jadi tidak ada pembebasan lahan masyarakat,” katanya.

Selain tanggul laut, kawasan tersebut juga akan dilengkapi infrastruktur pendukung seperti jalan tol dan jalur kereta cepat. Sementara area di antara Giant Sea Wall dan garis pantai direncanakan menjadi kawasan bisnis dan pariwisata.

Aep menambahkan, sebagian kawasan mangrove tetap akan dipertahankan. Pembangunan tahap awal direncanakan dimulai pada 2026 di Teluk Jakarta dan Semarang, sedangkan wilayah lain termasuk Karawang akan menyusul.

Ia menilai keberadaan Giant Sea Wall akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi abrasi dan banjir rob yang kerap melanda pesisir Karawang.

“Hantaman ombak yang selama ini menerjang kawasan pesisir nantinya akan tertahan oleh Giant Sea Wall sebelum masuk ke pantai,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Karawang tetap mendorong pemerintah pusat untuk mengoptimalkan penataan kawasan pesisir, termasuk melalui penanaman mangrove.

“Kami juga mengusulkan agar penanaman mangrove di kawasan pesisir lebih dioptimalkan,” tutup Aep.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network