Skema Hemat Energi Sasar Libur Sekolah tapi Batal? DPR: Masih Banyak Sektor Lain yang Bisa Dipangkas

Felldy Utama
Jelang TKA 2026, Disdikbud Karawang Uji Sistem dan Infrastruktur di 1.166 Sekolah. Foto : iNewskarawang.id/Gelar Maulana Media

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Komisi X DPR RI memperingatkan pemerintah agar tidak gegabah dalam merumuskan kebijakan pendidikan, terutama yang bersifat reaktif. Peringatan ini muncul setelah pemerintah membatalkan rencana pemberlakuan sekolah daring sebagai strategi penghematan energi nasional yang semula dijadwalkan mulai April 2026.

Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly atau yang akrab disapa Amure, mengapresiasi pembatalan tersebut namun memberikan catatan keras. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan menyangkut masa depan bangsa, sehingga tidak boleh dijadikan objek eksperimen kebijakan yang terburu-buru.

"Hemat energi itu penting, tapi pendidikan tidak boleh dikorbankan. Pemerintah jangan tergesa-gesa. Yang harus diperkuat justru sistem, kurikulum, dan kualitas pengajar, bukan malah memangkas interaksi tatap muka demi efisiensi," ujar Amure, Jumat (27/3/2026).



Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network