Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, 3,53 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Iqbal Maulana Bahtiar
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, 3,53 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id - Puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, sekitar 259 ribu kendaraan diperkirakan melintas keluar wilayah Jabotabek melalui sejumlah gerbang tol utama.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono mengatakan, secara keseluruhan Jasa Marga memproyeksikan sebanyak 3,53 juta kendaraan akan keluar dari Jabotabek melalui empat gerbang tol utama selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran atau selama 21 hari.

Empat gerbang tol tersebut meliputi GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Ciawi, dan GT Cikupa. Jumlah kendaraan tersebut diperkirakan meningkat sekitar 1,8 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dengan volume sekitar 259 ribu kendaraan, atau naik sekitar 0,5 persen dibandingkan puncak arus mudik tahun 2025,” ujar Rivan. Senin,(16/3/2026).

Sementara itu, untuk arus balik menuju Jabotabek pada periode yang sama diproyeksikan mencapai 3,39 juta kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 2,6 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.

Rivan menjelaskan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran dengan volume kendaraan sekitar 285 ribu unit.

“Puncak arus balik diprediksi berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026 atau H+3 dengan volume sekitar 285 ribu kendaraan. Jumlah ini meningkat sekitar 4,7 persen dibandingkan puncak arus balik tahun 2025,” katanya.

Menurut Rivan, proyeksi pergerakan lalu lintas selama periode Lebaran tersebut disusun berdasarkan analisis data historis serta pemantauan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Pusat kendali tersebut dilengkapi teknologi pemantauan visual yang didukung pemanfaatan machine learning dan artificial intelligence untuk membaca pola pergerakan lalu lintas.

“Melalui teknologi ini kami dapat memantau kondisi lalu lintas secara lebih akurat sehingga rekayasa lalu lintas dapat dilakukan secara lebih responsif dan efektif,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik, Jasa Marga menyiapkan sejumlah strategi operasional. Di antaranya pengoperasian jalur fungsional, penguatan armada layanan operasional, optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas, peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol, hingga peningkatan layanan di rest area.

Selain itu, Jasa Marga juga mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi Travoy guna memantau kondisi lalu lintas secara real time.

“Aplikasi Travoy memungkinkan pengguna jalan memantau kondisi kepadatan lalu lintas secara langsung karena terintegrasi dengan berbagai teknologi pemantauan seperti radar, CCTV, dan traffic counting system,” jelasnya.

Rivan menambahkan, pihaknya juga telah mengidentifikasi berbagai potensi penyebab gangguan kendaraan maupun kecelakaan lalu lintas sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan selama periode Lebaran.

“Alhamdulillah seluruh kesiapan operasional telah dipersiapkan dengan baik. Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik memanfaatkan fasilitas layanan yang disediakan Jasa Marga, khususnya aplikasi Travoy. Kami juga mengingatkan Call Center Jasa Marga di nomor 133 yang kini menggantikan nomor sebelumnya untuk mempermudah pengguna jalan,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network