33 Desa di Karawang Masih Kekeringan Meski Musim Hujan, BPBD Belum Hentikan Distribusi Air Bersih
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Memasuki musim hujan, sebanyak 33 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih mengalami kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang pun terus mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD Karawang, kekeringan berdampak terhadap 15.039 kepala keluarga (KK) atau 49.491 jiwa. Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah, intensitas dan pemerataannya belum cukup untuk mengakhiri krisis air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ari Maulana, mengatakan bantuan air bersih masih dibutuhkan karena sebagian wilayah terdampak belum mendapatkan curah hujan yang memadai.
“Musim hujan memang sudah mulai, tetapi belum merata. Ada desa yang sudah turun hujan, namun intensitasnya masih rendah sehingga masyarakat tetap membutuhkan sumber air bersih,” kata Ari, Selasa (27/10/2026).
Menurut Ari, BPBD masih menerima permintaan bantuan dari masyarakat sehingga distribusi air bersih belum dapat dihentikan.
Di Kecamatan Ciampel, misalnya, pengiriman air bersih masih dilakukan ke Desa Mulyasari untuk memenuhi kebutuhan warga di dua titik. Sementara di wilayah selatan Karawang, distribusi air juga masih berlangsung di Kecamatan Pangkalan.
“Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan air bersih, penyaluran akan terus kami lakukan. Kami juga memantau kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi,” ujarnya.
Hingga 24 Oktober 2026, total distribusi air bersih untuk penanganan kekeringan di Karawang mencapai 2.803.000 liter. Jumlah tersebut terdiri atas 639.000 liter yang disalurkan langsung oleh BPBD dan 2.164.000 liter melalui kolaborasi lintas sektor.
Selain menggunakan armada tangki, penanganan kekeringan dilakukan dengan menyediakan tempat penampungan air atau toren. Sebanyak 26 toren berkapasitas masing-masing 5.100 liter disalurkan melalui kerja sama Rumah Energi dan Microsoft. Toren tersebut langsung diisi air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat
Di tengah penanganan kekeringan, BMKG Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Karawang pada Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca BMKG Jawa Barat pukul 14.05 WIB, potensi hujan diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 14.15 WIB dan dapat berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi Kecamatan Tirtajaya, Cibuaya, dan Tegalwaru. Potensi hujan juga dapat meluas ke Kecamatan Pangkalan, Telukjambe Timur, Ciampel, Klari, Cikampek, serta sejumlah kecamatan lainnya.
Ari mengatakan, potensi hujan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan. Namun, hujan yang turun belum tentu langsung memulihkan ketersediaan air di seluruh desa terdampak.
“Harapannya, hujan bisa membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Namun, kami tetap melihat kondisi di lapangan karena hujan yang turun belum merata dan belum semua wilayah mendapatkan air yang cukup,” jelasnya.
BPBD Karawang mengimbau masyarakat tetap memperhatikan informasi cuaca dan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG. Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan petir, angin kencang, serta dampak hujan lebat di lingkungan masing-masing.
Hingga saat ini, BPBD Karawang masih melanjutkan distribusi air bersih di wilayah terdampak. Pemerataan hujan dan ketersediaan sumber air menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus mengakhiri kondisi kekeringan.
Editor: Frizky Wibisono