Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Abah Alin Penarik Becak Asal Karawang Makin Semangat Bekerja Setelah Dapat Becak Listrik

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:09 WIB
  • author Nurul Rahma Amalia
Kisah Abah Alin Penarik Becak Asal Karawang Makin Semangat Bekerja Setelah Dapat Becak Listrik
Di usia 78 tahun, Abah Alin tetap semangat menarik becak. Becak listrik yang diterimanya kini menjadi penyemangat baru untuk terus mencari nafkah. Foto : Nurul Rahma Amalia

KARAWANG, iNEWSKarawang.id — Usia 78 tahun tak membuat Abah Alin memilih berhenti bekerja. Di tengah tenaga yang semakin terbatas dan punggung yang mulai membungkuk, ia justru semakin bersemangat kembali menarik becak.

Semangat itu terlihat setelah Abah Alin menerima becak listrik di Aula Husni Hamid, Kabupaten Karawang, Jumat (2/10/2026).

Kendaraan tersebut menjadi harapan baru bagi Abah Alin untuk tetap mencari penumpang tanpa harus mengandalkan kekuatan fisik seperti ketika masih muda.

“Girang sekali, alhamdulillah. Karena kan udah berkurang, sekarang dibantu sama Bapak Presiden, jadi mengurangi tenaga lah. Tenaganya nggak berapa sekarang mah, pakai tenaga listrik mah,” ujar Abah Alin.

Abah Alin telah menarik becak sejak sekitar 1980. Sebelumnya, ia bekerja sebagai petani sebelum beralih profesi untuk mencari penghasilan sebagai penarik becak.

Puluhan tahun menjalani pekerjaan tersebut membuatnya pernah mencari penumpang hingga kawasan Bojong dan Senen, Jakarta.

Namun, menurut Abah Alin, kondisi penarik becak sekarang jauh berbeda. Jumlah penumpang semakin berkurang, salah satunya karena masyarakat lebih banyak menggunakan sepeda motor.

“Udah nggak ada penumpang sekarang, habis sama motor juga,” katanya.

Meski begitu, Abah Alin tidak menyerah. Ia masih sering keluar menarik becak meski tidak selalu mendapatkan penumpang.

Di usia senja, pekerjaan itu memang tidak lagi mudah. Punggungnya sudah membungkuk dan tenaganya semakin terbatas. Namun, kebutuhan keluarga membuatnya tetap berusaha bekerja.

Abah Alin tinggal bersama istri dan keluarga, termasuk seorang cucu yang masih duduk di kelas 6 SD.

Ia juga mengaku kondisi fisiknya mengalami perubahan. Menurut Abah Alin, dokter pernah menyebut kondisi tubuhnya berkaitan dengan kekurangan gizi setelah dirinya tidak mengonsumsi nasi selama sekitar dua tahun.

Keterbatasan tersebut tidak menyurutkan keinginannya untuk tetap mencari nafkah. Justru, becak listrik yang diterimanya membuatnya semakin yakin untuk kembali bekerja.

Abah Alin mengaku telah mencoba becak listrik tersebut dan merasa mampu mengoperasikannya.

“Bisa dipakai. Nanti saya pakai lagi buat narik penumpang,” ujarnya.

Bagi Abah Alin, becak listrik bukan sekadar kendaraan. Bantuan tersebut menjadi alat untuk mempertahankan pekerjaannya sekaligus meringankan beban fisik yang selama ini harus ditanggung.

Kini, di usia yang tak lagi muda, Abah Alin bersiap kembali menyusuri jalan mencari penumpang.

Tenaganya boleh berkurang, tetapi semangat Abah Alin untuk bekerja belum padam.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut