get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Puluhan Warga Bersama Pemerintah Gotong Royong Bersihkan Ceceran Minyak di Pesisir Cemarajaya

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:30 WIB
header img
Puluhan Warga Bersama Pemerintah Gotong Royong Bersihkan Ceceran Minyak di Pesisir Cemarajaya. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id — Puluhan warga pesisir bersama aparatur desa dan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang bergotong royong membersihkan ceceran limbah minyak mentah yang mengotori pesisir Tanjungpakis, Desa Sedari dan Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jumat (28/8/2026).

Pembersihan dilakukan setelah Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta wilayah pesisir yang terdampak segera dibersihkan agar ceceran minyak tidak semakin meluas.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP), Abdul Syafii, mengatakan aksi pembersihan dilakukan bersama masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

“Kami mewakili masyarakat pesisir dan nelayan terdampak bekerja sama dengan perusahaan, forum pemberdayaan pesisir, serta pemerintah untuk melakukan pembersihan limbah,” ujar Abdul.

Menurutnya, masyarakat tidak ingin menunggu terlalu lama untuk melakukan pembersihan karena ceceran minyak sudah berdampak terhadap aktivitas nelayan.

“Kami tidak berpikir dari mana limbah itu karena pembersihan harus secepatnya dilakukan. Alhamdulillah perusahaan men-support,” katanya.

Abdul menyebut ceceran minyak pekat yang membentang di sebagian pesisir Cemarajaya menempel pada alat tangkap nelayan, terutama jaring.

“Kondisi ini tentu merugikan nelayan karena minyak yang menempel di jaring sulit dibersihkan dan bisa memperpendek usia pakai alat tangkap,” ujarnya.

Untuk menjaga keselamatan warga dan petugas selama proses pembersihan, seluruh personel yang terlibat dibekali alat pelindung diri (APD), seperti masker dan sarung tangan.

Sementara itu, DLH Kabupaten Karawang mengerahkan puluhan personel untuk membantu proses clean up di lokasi.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Luki Mantera, mengatakan sebanyak 32 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengerahkan 32 personel gabungan, yang di dalamnya termasuk warga sekitar yang sukarela membantu,” kata Luki.

Luki memperkirakan pembersihan pesisir membutuhkan waktu sekitar dua hari. Limbah minyak yang berhasil dikumpulkan untuk sementara ditempatkan di area Kantor Desa Cemarajaya sebelum nantinya diangkut oleh pihak ketiga yang berkompeten.

“Untuk sementara limbah yang terkumpul ditampung di area Kantor Desa Cemarajaya. Setelah itu akan diangkut oleh pihak ketiga yang memiliki kompetensi,” jelasnya.

Sampel Limbah Diuji di Puslabfor dan Sucofindo

Di tengah proses pembersihan, Pemkab Karawang masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber ceceran cairan hitam tersebut.

Sampel limbah telah diserahkan untuk pemeriksaan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dan Sucofindo.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah karakteristik limbah memiliki keterkaitan dengan operasional PHE ONWJ atau berasal dari sumber lainnya.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh sebelumnya meminta masyarakat dan seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan sumber limbah sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Uji laboratorium ini ditargetkan rampung dalam 4 hingga 5 hari ke depan, jadi semua pihak diharapkan tidak berspekulasi terlebih dahulu,” ujar Aep, Rabu (26/8/2026).

PHE ONWJ Ikut Bersihkan Pesisir

PHE ONWJ turut memfasilitasi kegiatan pembersihan ceceran minyak di pesisir Cemarajaya. Perusahaan menyebut dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menindaklanjuti permintaan pemerintah desa dan arahan pemerintah daerah.

Manager Communication Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan perusahaan telah melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan sumber ceceran minyak.

“Dukungan penuh terhadap pembersihan ini diberikan PHE ONWJ, meskipun serangkaian pengujian komprehensif dan pengecekan operasi menunjukkan bahwa ceceran minyak tersebut tidak berasal dari fasilitas produksi perusahaan,” ujar Pinto.

Menurutnya, hasil pemodelan lintasan tumpahan atau motum trajektori dari titik penemuan, ditambah penyisiran laut dan udara selama tiga hari berturut-turut, tidak menemukan indikasi kebocoran dari fasilitas operasi PHE ONWJ.

“Hasil pemodelan lintasan tumpahan, serta penyisiran laut dan udara secara intensif selama tiga hari berturut-turut, mengonfirmasi tidak ada anomali produksi maupun kebocoran pada seluruh fasilitas operasi PHE ONWJ,” katanya.

PHE ONWJ bersama DLH Karawang juga telah mengambil sampel ceceran minyak terbaru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puslabfor Polri.

Pinto menambahkan, hasil pemeriksaan terhadap sampel tumpahan minyak yang ditemukan sebelumnya di perairan Ciparagejaya pada akhir Juli 2026 juga tidak menunjukkan kesamaan dengan karakteristik minyak dari fasilitas PHE ONWJ.

“Sebagai catatan, hasil uji forensik Puslabfor Polri terhadap sampel tumpahan sebelumnya di perairan Ciparagejaya, pada akhir Juli 2026, juga menunjukkan bahwa sampel tersebut tidak identik dengan karakteristik minyak dari fasilitas PHE ONWJ,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut