Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Tabligh Akbar bertajuk “UNSIKA Berhaji” dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Iman Kampus 2 UNSIKA, Rabu (26/8/2026).
Tabligh Akbar “UNSIKA Berhaji” berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan tersebut turut melibatkan DKM Al Iman UNSIKA dan Bank Syariah Indonesia.
Kegiatan yang menghadirkan Ustaz Hilman Fauzi sebagai penceramah tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati Maulid Nabi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mengajak sivitas akademika mempersiapkan ibadah haji sekaligus mendukung percepatan penyelesaian pembangunan Masjid Al Iman.
Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., mengatakan program UNSIKA Berhaji merupakan bentuk kolaborasi antara kampus dan sejumlah pihak untuk memberikan manfaat bagi sivitas akademika.
“Ini tematiknya memang UNSIKA Berhaji. Jadi kita bekerja sama, berkolaborasi. Mudah-mudahan kita bisa cepat menyelesaikan masjidnya,” ujar Prof. Ade.
Menurutnya, pembangunan Masjid Al Iman masih membutuhkan dukungan sehingga pihak kampus mengajak para dosen dan tenaga kependidikan turut berkontribusi melalui amal yang memberikan dampak nyata.
“Kita menggali amal yang berdampak dari para dosen dan tenaga kependidikan yang bisa membantu secepatnya. Kita juga masih punya tanggungan yang memang harus segera ditutup,” katanya.
Tiga Panggilan Allah
Prof. Ade mengatakan, materi yang disampaikan Ustaz Hilman Fauzi dalam tabligh akbar tersebut mengingatkan jamaah mengenai tiga panggilan Allah kepada manusia.
Panggilan pertama adalah azan sebagai seruan untuk menunaikan salat. Panggilan kedua adalah panggilan haji bagi umat Islam yang mendapat kesempatan untuk datang ke Tanah Suci.
Sementara panggilan ketiga merupakan panggilan untuk kembali kepada Allah SWT yang dimaknai sebagai kematian.
“Yang disampaikan tadi itu ada tiga panggilan. Pertama panggilan salat melalui azan, kedua panggilan haji, dan yang ketiga panggilan untuk pulang kembali kepada Allah,” ujar Prof. Ade.
Ia menilai pesan tersebut menjadi pengingat agar sivitas akademika UNSIKA tidak hanya mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji, tetapi juga terus memperbaiki kualitas ibadah dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah dunia.
Prof. Ade juga mengajak para dosen UNSIKA yang belum mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji untuk mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
Prof. Ade berharap kegiatan “UNSIKA Berhaji” tidak hanya menjadi momentum untuk mengingatkan sivitas akademika mengenai pentingnya mempersiapkan ibadah haji, tetapi juga dapat meningkatkan ketakwaan dan kualitas keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat berhaji harus berjalan beriringan dengan upaya memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan kegiatan positif bagi sivitas akademika.
“Harapannya tentu ini bisa meningkatkan ketakwaan kita sebagai umat Muslim, kemudian bagaimana kita bersama-sama memakmurkan masjid. Masjid ini bukan hanya tempat salat, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika,” tutur Prof. Ade.
Program UNSIKA Berhaji turut menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memberikan akses dan kemudahan bagi sivitas akademika dalam memulai tabungan haji.
BSI Dorong Persiapan Haji Sejak Dini
Retail Deposit Solution Group Head Bank Syariah Indonesia, Dien Lukita Purnamasari, mengatakan BSI mengajak dosen hingga mahasiswa UNSIKA mulai mempersiapkan ibadah haji melalui produk tabungan haji.
“Jadi kami mengajak seluruh dosen, mahasiswa-mahasiswi yang ada di UNSIKA ini bisa mempersiapkan ibadah hajinya melalui Bank Syariah Indonesia,” kata Dien.
Ia menyebut BSI saat ini memiliki hampir 8 juta nasabah tabungan haji. Dari sekitar 5,4 juta masyarakat Indonesia yang telah mendaftar haji dan masih menunggu keberangkatan, sekitar 3,2 juta di antaranya merupakan nasabah BSI.
Menurut Dien, masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia cukup panjang dan dapat mencapai sekitar 26 tahun. Karena itu, masyarakat dinilai perlu memulai persiapan sejak dini.
“Jadi sambil menunggu untuk berangkat haji, pergi umrah dulu, jadi haji kecil dulu,” ujarnya.
Untuk membuka tabungan haji BSI, masyarakat dapat melakukan setoran awal mulai Rp100.000. Nasabah yang telah memiliki tabungan haji juga dapat melakukan proses pendaftaran maupun pelunasan biaya haji melalui BSI.
BSI juga menyediakan program tabungan haji berhadiah umrah. Setiap top up tabungan haji sebesar Rp1 juta akan mendapatkan satu poin yang dapat diikutsertakan dalam pengundian hadiah umrah.
Dien berharap program tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya sivitas akademika UNSIKA, agar tidak menunda persiapan ibadah haji.
“Allah tidak memanggil orang yang mampu, tapi Allah memampukan orang yang dipanggil,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono