Kekeringan Melanda Karawang, BUMN Ini Salurkan 32 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – PT Pupuk Kujang Cikampek menyalurkan bantuan 32.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah selatan Kabupaten Karawang, Senin (24/8/2026).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Baitul Maal Pupuk Kujang dalam Program Siaga Tanggap Bencana (SIGAB) - Gerakan Sedekah Air Bersih.
Penyaluran menyasar warga di Desa Cintalanggeng, Desa Kutalanggeng, dan Desa Cibarengkok, Kecamatan Tegalwaru.
Kekeringan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat warga kesulitan memperoleh air bersih. Debit sejumlah sumber air menurun, sementara sumur-sumur warga mulai mengering.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat, termasuk untuk mandi, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Bantuan air bersih disalurkan menggunakan dua armada truk tangki dengan kapasitas total mencapai 32 ribu liter. Ratusan warga tampak membawa jeriken, ember dan berbagai wadah untuk menampung air.
Pgs SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang, Jerry Yosefh Rochmaya, mengatakan penyaluran bantuan merupakan bentuk kepedulian perusahaan sekaligus respons terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Karawang.
“Kekeringan yang melanda Karawang dan berbagai daerah di Jawa Barat memerlukan respons cepat. Air adalah kebutuhan paling mendasar,” ujar Jerry.
Menurut Jerry, Pupuk Kujang terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di Karawang dan wilayah sekitarnya.
“Situasi di lapangan akan terus kami pantau. Kami juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat agar dampak kekeringan ini bisa diminimalkan,” katanya.
Direktur Operasional Baitul Maal Pupuk Kujang, Dhimas Mukhlas Al Ghifari, mengatakan pihaknya siap kembali menyalurkan bantuan apabila masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.
Sebelumnya, bantuan juga telah disalurkan ke Kampung Cinaga, Desa Kutalanggeng dan Kampung Cikelak, Desa Cintalanggeng.
“Setelah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak total 32 ribu liter, kami tidak akan diam. Kami akan pantau situasi dan siaga serta akan bergerak jika diperlukan,” kata Dhimas.
Ia mengatakan penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di wilayah terdampak.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat. Kalau kondisi kekeringan masih berlanjut dan kebutuhan air masih tinggi, kami siap berkoordinasi untuk melakukan penyaluran kembali,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, krisis air bersih akibat kemarau telah meluas ke 25 dari 27 kabupaten/kota. Jumlah warga terdampak mencapai 519.687 jiwa.
Sementara di Kabupaten Karawang, sebanyak 15 desa tercatat terdampak kekeringan dengan 17.882 jiwa dilaporkan mengalami kesulitan mengakses air bersih.
Salah seorang warga Kampung Cibarengkok, Sri Dewi, mengaku bantuan tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh air.
“Alhamdulillah berkat bantuan dari Pupuk Kujang ini, semua warga bisa menikmati air bersih. Kami bisa kembali mandi dan cuci menggunakan air bersih,” kata Sri.
Warga lainnya, Yadi, mengatakan bantuan tersebut juga mengurangi pengeluaran masyarakat. Sebelumnya, warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Berkat bantuan Pupuk Kujang, kita tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membeli air,” ujar Yadi.
Pupuk Kujang memastikan akan terus bersinergi dengan pemerintah, aparat, masyarakat dan sektor industri lainnya untuk membantu penanganan krisis air bersih akibat kekeringan di wilayah Karawang.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan akses air bersih. Kami akan terus melihat kebutuhan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” kata Jerry.
Editor : Frizky Wibisono