Remisi HUT RI ke-81, 8 Warga Binaan Lapas Karawang Hirup Udara Bebas
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Sebanyak delapan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Karawang langsung bebas setelah mendapat Remisi Umum II dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Pemberian remisi tersebut diumumkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang.
Kepala Lapas Kelas II A Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengatakan selain delapan warga binaan yang langsung bebas, terdapat dua warga binaan yang memperoleh Remisi Umum II namun masih harus menjalani pidana subsider.
Sementara itu, sebanyak 827 warga binaan lainnya menerima Remisi Umum I sehingga masih harus menjalani masa pidana sekaligus mengikuti program pembinaan di Lapas Karawang.
“Pada kesempatan hari ini, yang bersangkutan atas nama Amun bebas, dinyatakan pulang ke keluarganya. Namun akan kembali lagi di Lapas Kelas II A Karawang untuk bisa bekerja di Laskar Farm,” kata Ma’ruf.
Salah satu warga binaan yang langsung bebas adalah Amun (45). Ia sebelumnya menjalani hukuman delapan tahun penjara. Selama lebih dari satu tahun terakhir, Amun mengikuti program asimilasi dan edukasi melalui Laskar Farm, peternakan dan pertanian terpadu milik Lapas Kelas II A Karawang.
Meski telah bebas, Amun berencana kembali ke Lapas Karawang untuk bekerja di Laskar Farm. Program tersebut dinilai menjadi bekal bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan dan pengalaman kerja setelah kembali ke masyarakat.
Ma’ruf mengatakan proses pembinaan yang dijalani Amun selama berada di Laskar Farm juga membantu mempersiapkannya kembali bersosialisasi dengan masyarakat.
“Insya Allah dari kegiatan di Laskar Farm, yang ada kegiatan outing class adik-adik sekolah, mahasiswa, kemudian ada dari Kang Irfan Hakim, Kades Oho, yang bersangkutan insya Allah sudah bisa terbiasa dan insya Allah diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas II A Karawang mencapai 1.130 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian mengikuti berbagai program pembinaan dan pelatihan yang tersedia di dalam lapas.
Salah satu program unggulan Lapas Karawang adalah Laskar Farm yang mengembangkan sektor peternakan dan pertanian terpadu. Di sektor peternakan terdapat ayam KUB, sapi, dan domba dengan berbagai jenis.
Untuk sapi, di antaranya terdapat jenis simental dan belgian blue. Sementara domba yang dikembangkan antara lain dorper, texel, sulfox, dan domba Garut.
Ma’ruf mengatakan pemberian remisi tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas perilaku dan kepatuhan warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Pemberian remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi narapidana untuk terus menjaga disiplin, memperbaiki diri, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif,” katanya.
Menurutnya, momentum HUT ke-81 RI dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” juga menjadi pengingat bahwa sistem pemasyarakatan harus tetap mengedepankan penegakan hukum sekaligus nilai kemanusiaan.
Ma’ruf menyebut Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus memperkuat program pembinaan yang produktif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pada kesempatan yang baik ini, kami juga menyampaikan bahwa Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan nasional melalui program pembinaan yang produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Program pembinaan tersebut, lanjut Ma’ruf, diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemanfaatan lahan dan fasilitas di dalam lapas terus dioptimalkan melalui budidaya tanaman hortikultura, peternakan, perikanan, hingga berbagai usaha produktif lainnya.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja sebagai bekal untuk kembali mandiri, kembali di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Ma’ruf.
Editor : Frizky Wibisono