Usai Tawuran Berdarah di Karawang, Bupati Aep Perketat Patroli dan Minta APH Usut Tuntas
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Bupati Karawang Aep Syaepuloh angkat bicara terkait aksi tawuran berdarah yang menyebabkan seorang pelajar SMK berinisial MR (18) kehilangan pergelangan tangan kanannya setelah disabet senjata tajam di Jalan Raya Pancawati, Kecamatan Klari. Aep menduga peristiwa tersebut bukan tawuran massal, melainkan dipicu aksi balas dendam antarkelompok.
Meski demikian, Aep menegaskan dugaan tersebut masih bersifat sementara dan meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Karawang.
“Kayaknya ini ada dendam. Kalau tawuran kan biasanya banyak orang, ini hanya beberapa orang saja. Tapi nanti biar didalami oleh Pak Kapolres,” ujar Aep, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, berdasarkan informasi awal yang diterima, kelompok yang datang diduga berasal dari wilayah Kopel dan mendatangi Pancawati. Dalam bentrokan itu, korban juga disebut membawa senjata tajam sebelum akhirnya mengalami luka berat hingga kehilangan pergelangan tangan kanannya.
Aep menegaskan seluruh fakta mengenai motif maupun kronologi kejadian masih menjadi kewenangan aparat kepolisian.
“Penyelidikan masih berjalan. Kita tunggu hasil dari kepolisian agar kronologi dan motifnya bisa disampaikan secara utuh,” katanya.
Merespons insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Polres Karawang dan Kodim 0604/Karawang terus meningkatkan patroli gabungan sebagai langkah pencegahan agar aksi kekerasan serupa tidak kembali terjadi.
“Hari ini upaya kami pemerintah daerah bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim terus mengadakan patroli bersama. Itu ikhtiar kami agar situasi tetap aman dan kondusif,” ucapnya.
Selain pengamanan, Aep mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembinaan pelajar SMA dan SMK yang menjadi kewenangan provinsi. Sementara itu, untuk jenjang SD dan SMP, pengawasan akan terus diperkuat melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak menyerahkan persoalan kenakalan remaja sepenuhnya kepada aparat keamanan.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Orang tua harus lebih mengawasi anak-anaknya, sekolah memperkuat pembinaan, dan masyarakat ikut menjaga lingkungan agar tidak ada lagi aksi kekerasan yang merugikan masa depan generasi muda,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang pelajar SMK berinisial MR (18) mengalami luka berat setelah pergelangan tangan kanannya putus akibat sabetan senjata tajam dalam bentrokan yang terjadi di Jalan Raya Pancawati, Kecamatan Klari, Senin (20/7/2026) malam.
Hingga kini, Satreskrim Polres Karawang masih memburu para pelaku dan mendalami motif di balik aksi kekerasan yang mengakibatkan korban mengalami cacat permanen tersebut.
Editor : Frizky Wibisono