get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

New Mom Wajib Tahu, Kebiasaan Merokok dan Vape Bisa Ancam Kesehatan Ibu serta Janin

Senin, 20 Juli 2026 | 19:17 WIB
header img
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Karawang, Nurmala Hasanah. Foto : iNewskarawang.id/Nurul Rahma Amalia

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Menjadi ibu bukan hanya tentang menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga melindungi tumbuh kembang buah hati sejak dalam kandungan. Namun di tengah tren rokok dan rokok elektronik (vape) yang mulai diminati perempuan muda, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat membawa risiko serius bagi ibu maupun bayi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Karawang, Nurmala Hasanah, mengatakan perempuan yang merokok atau menggunakan vape tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya yang ikut menghirup asap rokok.

“Ini sangat berbahaya karena racunnya bukan hanya masuk ke tubuh perokok, tetapi juga mencemari lingkungan dan membahayakan orang-orang di sekitarnya,” kata Nurmala, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, baik rokok konvensional maupun vape sama-sama mengandung zat berbahaya yang dapat memicu berbagai penyakit kronis, mulai dari gangguan paru-paru hingga penyakit jantung. Bahkan, Dinkes Karawang mencatat kasus penyakit jantung di rumah sakit terus meningkat, termasuk pada kelompok usia muda.

“Kalau kita lihat sekarang, kunjungan pasien penyakit jantung di rumah sakit-rumah sakit di Karawang meningkat. Banyak juga usia muda yang mengalami penyakit jantung akibat kebiasaan merokok,” ujarnya.

Bagi perempuan yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan, risiko tersebut dinilai jauh lebih besar. Nurmala menjelaskan, zat beracun dalam rokok dapat menembus plasenta dan memengaruhi pertumbuhan janin selama masa kehamilan.

Ibu hamil yang merokok berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, mengalami gangguan pernapasan saat lahir, bahkan meningkatkan risiko kematian bayi. Karena itu, kebiasaan merokok harus dihentikan sedini mungkin,” tegasnya.

Belakangan muncul anggapan bahwa kebiasaan merokok saat hamil dapat menyebabkan autisme pada anak. Menanggapi hal itu, Nurmala mengatakan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan hubungan langsung antara keduanya.

“Kalau penelitian yang menyebut autisme saya belum tahu secara pasti. Tetapi yang jelas, racun rokok masuk juga ke janin dan dapat mengganggu pertumbuhan organ, termasuk perkembangan otaknya,” jelasnya.

Menurut Nurmala, ibu memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di dalam keluarga. Apa yang dilakukan seorang ibu akan menjadi contoh pertama yang dilihat dan ditiru anak.

“Saya mengimbau semua remaja putri dan para ibu muda di Kabupaten Karawang berhenti merokok. Berikan contoh yang baik kepada anak-anak, karena ibu adalah tempat belajar pertama bagi mereka,” tutupnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut