Kembangkan Potensi Pemuda, Disparpora Karawang Targetkan Kenaikan IPP Lewat Pelatihan Wirausaha
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda di Lawasan Caraka, Kecamatan Tempuran, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 10 hari itu diikuti 150 peserta dari kalangan pelajar hingga organisasi kepemudaan.
Ketua Tim Pemuda Disparpora Karawang, Handy Agus Widagdo, mengatakan peserta berasal dari pemuda berusia 16 hingga 30 tahun sesuai ketentuan Undang-Undang Kepemudaan.
“Peserta diambil dari pemuda Tempuran yang usianya 16 sampai 30 tahun, meliputi pelajar SMA, SMK, hingga pemuda yang aktif di organisasi seperti KNPI Kecamatan Tempuran,” kata Handy, Jumat, (26/6/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kepemudaan yang kini berada di bawah Disparpora Karawang. Selain melibatkan peserta dari kalangan pemuda, kepanitiaan juga melibatkan unsur KNPI dan pemuda setempat.
“Intinya kami ingin mengembangkan potensi pemuda setempat untuk mengembangkan daerahnya melalui berbagai pelatihan,” ujarnya.
Pelatihan yang diberikan terdiri dari empat bidang, yakni desain grafis, otomotif, tanggap bencana kepemudaan, dan elektronika. Pelatihan desain grafis dan otomotif masing-masing dilaksanakan selama lima hari.
Narasumber yang dihadirkan berasal dari kalangan profesional maupun pelaku usaha lokal. Salah satunya Ade Hasan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta pengusaha bengkel dan praktisi di Kecamatan Tempuran.
“Kami mengoptimalkan narasumber yang ada di kecamatan. Pengusaha lokal kami libatkan agar pemuda mendapatkan keterampilan dan soft skill yang bisa dimanfaatkan di dunia kerja maupun usaha,” katanya.
Menurut Handy, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan pola pikir pemuda dalam menghadapi tantangan dunia kerja serta mendorong mereka lebih aktif dalam pembangunan daerah.
“Tujuannya meningkatkan soft skill pemuda Tempuran dalam menghadapi tantangan pekerjaan dan membuka cakrawala berpikir mereka agar lebih kreatif melihat peluang usaha di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bidang kepemudaan di Disparpora tidak hanya berkaitan dengan kewirausahaan. Disparpora juga membina organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Pramuka serta menyiapkan sejumlah program lain.
“Kami juga memiliki program Kemah Bakti, pelatihan kepemimpinan, jambore, hingga rencana lomba debat pada 2027 sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional,” kata Handy.
Selain itu, Disparpora menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kabupaten Karawang melalui berbagai program yang akan dilaksanakan secara bertahap di 30 kecamatan.
“Kegiatan ini baru dimulai di Tempuran. Ke depan kami akan roadshow ke kecamatan lain agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ungkapnya.
Handy menambahkan, perubahan nomenklatur yang memindahkan urusan kepemudaan dan olahraga ke Disparpora membuat cakupan pembinaan menjadi lebih luas.
“Dulu fokusnya lebih banyak kepada siswa sekolah. Sekarang kami mulai menggandeng mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga komunitas agar pembinaan pemuda semakin luas,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan IPP Karawang yang saat ini berada di kisaran 49,5 persen menjadi 50,9 persen pada tahun ini.
“Kami ingin pemuda lebih mengenal Disparpora sebagai dinas pengampu kepemudaan dan bersama-sama mengembangkan potensi di daerah masing-masing,” katanya.
Handy juga menilai sektor kepemudaan dan olahraga dapat mendukung pengembangan pariwisata daerah melalui keterlibatan pemuda di desa wisata dan penyelenggaraan event olahraga di destinasi wisata.
“Kepemudaan dan olahraga juga harus mendukung sektor pariwisata, baik melalui desa wisata maupun kegiatan olahraga yang digelar di lokasi wisata,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Kewirausahaan Pemuda, Ade Wahyu, mengatakan kegiatan tersebut lebih menitikberatkan pada pemberian materi dan pemahaman mengenai kewirausahaan guna menumbuhkan minat pemuda untuk berwirausaha.
Menurutnya, selama pelatihan peserta mendapatkan materi mengenai kewirausahaan, pengembangan pola pikir, motivasi usaha, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan di lingkungan sekitar.
“Materi yang diberikan berfokus pada pemahaman kewirausahaan agar peserta memiliki pola pikir untuk berwirausaha dan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan di pabrik,” kata Ade.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak menitikberatkan pada praktik teknis, melainkan pada pembentukan wawasan dan motivasi peserta agar berani memulai usaha.
“Selama kegiatan lebih banyak pemberian materi dan diskusi. Tujuannya membuka wawasan peserta bahwa peluang usaha itu banyak dan bisa dimulai dari potensi yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.
Ade berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya wirausaha muda baru di Kabupaten Karawang, khususnya di Kecamatan Tempuran.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini para pemuda memiliki keberanian untuk mencoba berwirausaha, menjadi lebih mandiri, dan tidak hanya bergantung pada peluang kerja di sektor industri,” tutupnya.
Editor : Frizky Wibisono