get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Diduga Terdampak Proyek BBWS Citarum, Puluhan Makam di Parungsari Longsor

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:23 WIB
header img
Diduga Terdampak Proyek BBWS Citarum, Puluhan Makam di Parungsari Longsor. Foto : iNewskarawang.id/Nurul Rahma Amalia

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Puluhan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, longsor diduga akibat aktivitas pembangunan proyek pengendali banjir yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Peristiwa tersebut diketahui warga pada Rabu (10/6/2026) dini hari setelah terjadi longsoran pada Selasa malam. Akibatnya, sejumlah makam rusak, bergeser, bahkan ada yang hilang dari posisi semula.

Salah seorang warga yang turut membantu proses pemindahan makam, Suganda (60), mengatakan sedikitnya 17 hingga 20 makam terdampak longsor. Sebagian makam telah dipindahkan oleh pihak keluarga, sementara beberapa lainnya masih menunggu karena ahli warisnya belum diketahui.

“Yang rusak sekitar 17 sampai 20 makam. Yang enggak diketahui keluarganya sementara ditumpuk dulu karena belum ada keluarganya,” kata Suganda, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, longsor baru diketahui warga saat waktu subuh. Sejak itu, lokasi kejadian didatangi warga, aparat kepolisian, dan sejumlah wartawan untuk melihat kondisi makam yang terdampak.

Di antara makam yang longsor, terdapat satu makam yang baru berusia sekitar 40 hari. Jenazah di dalamnya telah dievakuasi dan dimakamkan kembali di lokasi yang lebih aman.

“Ada satu makam yang baru sekitar 40 hari. Isinya sudah dipindahkan dan dimakamkan lagi dengan layak,” ujarnya.

Warga berharap pihak pelaksana proyek bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, termasuk melakukan pemulihan area pemakaman yang merupakan tanah wakaf masyarakat.

Sementara itu, warga terdampak lainnya, Acih (52), mengaku enam makam anggota keluarganya ikut terkena dampak longsor. Dari jumlah tersebut, tiga makam mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi ditemukan dalam kondisi semula.

“Yang tiga hilang, hancur. Ada makam kakak, mertua, dan keponakan,” kata Acih.

Ia menuturkan, salah satu makam yang terdampak merupakan makam mertuanya yang meninggal dunia saat pandemi Covid-19. Saat proses evakuasi dilakukan, jasad mertuanya disebut masih dalam kondisi utuh karena dimakamkan menggunakan pembungkus plastik sesuai prosedur pemakaman Covid-19.

“Yang mertua masih utuh di dalam plastik. Yang hilang itu petinya,” ungkapnya.

Meski makam keluarganya telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, Acih berharap ada bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk penataan kembali area pemakaman serta kebutuhan lain yang muncul akibat peristiwa tersebut.

Diketahui, proyek di wilayah Desa Parungsari merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang bertujuan melindungi kawasan Karangligar dan Wadas dari ancaman banjir tahunan.

Namun, pelaksanaan proyek tersebut kini menjadi sorotan setelah diduga menyebabkan longsornya puluhan makam di TPU setempat.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut