Selangkah Lagi Juara, 800 Bobotoh Karawang Bakal Berangkat ke Bandung Ramaikan GBLA
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Menjelang laga terakhir BRI Liga 1 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026), sekitar 800 pendukung Persib atau Bobotoh asal Karawang dipastikan berangkat ke Bandung untuk memberikan dukungan langsung kepada Maung Bandung.
Pertandingan tersebut menjadi laga krusial bagi Persib Bandung. Pasalnya, Maung Bandung hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan diri meraih hattrick juara BRI Liga 1.
Sebanyak 800 bobotoh Karawang akan berangkat menggunakan 15 bus yang telah disiapkan para bobotoh militan. Mereka dipastikan berangkat setelah mendapatkan tiket pertandingan.
Senior Bobotoh Karawang, Roni Bochung mengatakan, antusiasme suporter sebenarnya jauh lebih besar. Namun, ribuan bobotoh lainnya terpaksa batal berangkat karena tidak mendapatkan tiket.
“Mereka dipastikan berangkat ke GBLA karena sudah mendapatkan tiket. Sementara sekitar tiga ribu bobotoh lainnya gagal berangkat ke Bandung karena tidak kebagian tiket,” ujar Roni, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, kuota tiket untuk bobotoh Karawang awalnya mencapai lebih dari tiga ribu lembar. Namun, jumlah tersebut akhirnya berkurang drastis menjadi hanya sekitar 800 tiket.
“Awalnya memang kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Yang tidak kebagian tiket kemungkinan akan menggelar nonton bareng di sejumlah lokasi,” katanya.
Meski jumlah suporter yang berangkat ke Bandung berkurang, Roni memastikan dukungan terhadap Persib tidak akan surut. Ia optimistis Persib mampu meraih hasil maksimal dan mengunci gelar juara di laga terakhir musim ini.
“Kami bangga bisa ikut merayakan kemenangan bersama bobotoh dari berbagai daerah di Jawa Barat setelah pertandingan nanti,” ucapnya.
Roni juga mengingatkan seluruh bobotoh agar tetap menjaga ketertiban saat merayakan euforia pertandingan, khususnya di wilayah Karawang.
“Jangan mudah terprovokasi kalau ada yang mengajak ribut. Bobotoh harus tetap tertib dan menjaga kondusivitas,” tandasnya.
Editor : Frizky Wibisono