TIMPORA Karawang Bahas Modus Pelanggaran Keimigrasian hingga TPPO
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Karawang menggelar rapat koordinasi bersama 18 instansi di Hotel Delonix Karawang, Rabu (15/4/2026).
Rapat tersebut membahas pengawasan serta pertukaran informasi terkait keberadaan orang asing tanpa izin di wilayah Karawang.
Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Iman Teguh Adianto, hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat. Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap orang asing yang tidak terdata maupun tidak memiliki izin tinggal.
“Orang asing yang tidak terdata inilah yang menjadi fokus TIMPORA. Kita pastikan setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia adalah orang asing yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Iman.
Dalam kesempatan itu, Iman juga mengapresiasi Camat Cikampek, Adi Firmansyah, yang dinilai aktif dan kooperatif dalam melaporkan keberadaan orang asing yang diduga melanggar aturan keimigrasian.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Tim Penindakan Keimigrasian, Trisna Gunawan. Ia menjelaskan sejumlah persoalan yang kerap ditemukan dalam pengawasan orang asing, termasuk berbagai modus pelanggaran keimigrasian.
“Mulai dari ketidaksesuaian dokumen, aksi penipuan, hingga pemalsuan identitas, petugas perlu memahami setiap modus yang mungkin dilakukan oleh pelanggar,” katanya.
Selain pemaparan materi, anggota TIMPORA juga menggelar diskusi dan tanya jawab terkait sejumlah isu keimigrasian, seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perkawinan campur, hingga pengawasan wilayah di Kecamatan Cikampek.
Melalui rapat koordinasi tersebut, TIMPORA Karawang diharapkan mampu memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam pengawasan orang asing demi menjaga situasi wilayah tetap tertib dan kondusif.
“Semoga forum ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis, solusi konstruktif, serta komitmen untuk menjaga Kabupaten Karawang tetap tertib, kondusif, dan ramah investasi,” tutup Iman.
Editor : Frizky Wibisono