4 Prajurit TNI Tewas, RI Kutuk Keras Serangan Israel di Lebanon
JAKARTA, iNewsKarawang.id - Empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengutuk keras serangan Israel .
Diketahui, empat prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL gugur akibat serangan Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026 lalu. Mereka yakni Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, Kopda Anumerta Farizal Rhomadon, dan Kopda Anumerta Rico Pramudia.
Serangan Israel juga menewaskan satu pasukan UNIFIL dari Prancis dan melukai tiga lainnya pada Sabtu 18 April 2026.
“Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” ujar Kemlu dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/4/2026).
Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Rico dan tengah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.
“Pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan pengorbanan almarhum bagi perdamaian dunia,” ujar Nabyl.
Dia menambahkan, pemerintah Indonesia selama ini telah bekerja sama dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, dan tim medis di Beirut untuk memastikan penanganan medis yang optimal. Namun, kondisi yang dialami Rico cukup parah.
“Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” tutur Nabyl.
Dia menegaskan Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia. Indonesia, tegas Nabyl, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap serangan Israel ke pasukan UNIFIL.
“Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” pungkasnya.
Editor : Boby