get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Rusunawa Adiarsa Jadi Sandaran Hidup Puluhan Keluarga Kecil di Karawang

Sabtu, 11 April 2026 | 14:09 WIB
header img
Rusunawa Adiarsa Jadi Sandaran Hidup Puluhan Keluarga Kecil di Karawang. (Foto : iNewskarawang.id/Nurul Rahma Amalia).

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Di tengah himpitan ekonomi, Rusunawa Adiarsa di Kabupaten Karawang tetap menjadi tempat bertahan bagi puluhan keluarga. Sekitar 40 kepala keluarga (KK) masih menghuni bangunan yang kini menua, dengan segala keterbatasan yang harus mereka terima setiap hari.

Dari luar, rusunawa itu tampak kusam. Cat dinding mengelupas, retakan terlihat di beberapa sisi bangunan, dan noda lembap menghiasi sudut-sudut tembok. Di dalamnya, persoalan lebih terasa, atap bocor saat hujan turun, serta pasokan air yang tak selalu lancar.

Namun bagi sebagian warga, kondisi tersebut bukan alasan untuk pergi.

Tomas, salah satu penghuni baru di lantai satu, mengaku tidak memiliki banyak pilihan. Sudah sebulan dia menetap di sana tanpa pekerjaan tetap.

“Ya karena nggak punya pilihan,” ujarnya singkat, Jumat (10/4/2026).

Dengan tarif sewa yang jauh lebih murah dibandingkan kontrakan di luar, rusunawa ini menjadi solusi terakhir bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penghuni hanya perlu membayar Rp200.000 per bulan di lantai satu, Rp150.000 di lantai dua, dan Rp135.000 di lantai tiga, angka yang sulit ditemukan di tempat lain di Karawang yang bisa mencapai Rp700.000 per bulan.

Bagi Mimi Triana (53), rusunawa ini bukan sekadar tempat tinggal sementara. Sejak 2020, dia bersama suami dan dua anaknya menetap di sana, berdampingan dengan warga lain yang sebagian besar bekerja sebagai kuli bangunan, tukang parkir, dan pekerja informal.

“Bangunan lama, bocor di mana-mana. Air juga kadang susah,” katanya.

Dia menambahkan, sebagian penghuni bahkan telah tinggal selama 8-13 tahun. Rusunawa yang seharusnya menjadi hunian sementara, bagi mereka berubah menjadi tempat tinggal jangka panjang.

Di balik kehidupan sederhana itu, ada persoalan lain yang tak kalah penting. Masih ada penghuni yang menunggak pembayaran sewa, serta minimnya partisipasi dalam kerja bakti. Hal ini turut memperburuk kondisi lingkungan yang sudah terbatas.

Menurut Mimi, pemerintah daerah sebenarnya pernah berencana melakukan perbaikan. Namun, upaya tersebut belum terealisasi, salah satunya karena kurangnya kekompakan di antara para penghuni.

Rusunawa Adiarsa juga menyimpan cerita masa lalu. Warga menyebut, bangunan ini dulunya merupakan bekas kamar jenazah rumah sakit.

Pada 2010, lokasi ini sempat menjadi tempat pengungsian korban banjir. Beberapa tahun kemudian, pada 2015, bangunan ini juga pernah dikontrak oleh sebuah pesantren asal Bekasi.

Kini, meski sejumlah unit kosong dan kondisi bangunan terus menurun, rusunawa ini tetap menjadi tempat pulang bagi mereka yang tak punya banyak pilihan.

Di balik dinding yang retak dan atap yang bocor, ada cerita tentang bertahan hidup—tentang bagaimana keterbatasan tidak selalu menghentikan orang untuk tetap melanjutkan hidup.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut