get app
inews
Aa Text
Read Next : Polres Karawang Buka Program Mudik Gratis, Begini Cara Daftarnya!

Ditolong Polisi Karawang, Arifin Akhirnya Bisa Menjemput Ibunya di Surabaya

Kamis, 19 Maret 2026 | 23:09 WIB
header img
Ditolong Polisi Karawang, Arifin Akhirnya Bisa Menjemput Ibunya di Surabaya. (Foto : Istimewa).

KARAWANG, iNEWSKarawang. Langkah Arifin semakin berat saat matahari siang membakar aspal jalur Pantura Karawang. Debu jalanan menempel di wajahnya, sementara tas sederhana yang disandang di pundaknya tampak semakin membebani. Namun satu hal yang tak pernah surut, tekadnya untuk pulang.

Bukan sekadar mudik. Bagi Arifin, perjalanan ini adalah misi kemanusiaan paling pribadi, menjemput ibunya yang sedang sakit di Surabaya.

Pria asal Sumatera itu memulai perjalanan dengan cara yang jauh dari kata layak. Dari kampung halamannya, ia menumpang truk ke truk, berpindah dari satu kendaraan ke kendaraan lain demi mendekatkan diri ke Pulau Jawa. Perjalanan panjang itu akhirnya membawanya tiba di Bekasi.

Namun di sanalah ujian terberat dimulai. Bekal yang seadanya habis. Uang tak tersisa. Sementara jarak menuju Surabaya masih ratusan kilometer. Dalam kondisi serba terbatas, Arifin membuat keputusan nekat: melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalur Pantura.

Hari berganti, langkah terus dipaksa bergerak. Panas, lelah, dan lapar menjadi teman setia di sepanjang jalan. Hingga akhirnya, tubuhnya nyaris menyerah saat memasuki wilayah Karawang.

Di pinggir jalan, dengan kondisi kelelahan, Arifin ditemukan oleh petugas Pos Pengamanan Polres Karawang yang tengah berjaga dalam Operasi Ketupat 2026.

Awalnya, ia hanya terlihat seperti pemudik lain yang kelelahan. Namun setelah diajak berbincang, kisah sebenarnya terungkap.

“Dia hendak ke Surabaya, tapi tidak punya ongkos. Sudah berjalan kaki cukup jauh dari Bekasi,” ujar Kasi Humas Polres Karawang, IPDA Cep Wildan, Kamis (19/03/2026).

Mendengar cerita tersebut, jajaran kepolisian tak tinggal diam. Atas arahan Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, petugas langsung bergerak cepat. Arifin tidak hanya diberi istirahat dan makanan, tetapi juga diantar ke terminal bus terdekat.

Tak berhenti di situ, Polres Karawang juga membelikan tiket bus tujuan Surabaya serta memberikan uang saku untuk bekal di perjalanan. Bahkan, petugas turut memastikan Arifin dititipkan kepada kru bus agar tiba dengan selamat di tujuan.

Di dalam bus yang akhirnya ia tumpangi, mata Arifin berkaca-kaca. Perjalanan panjang penuh perjuangan itu kini menemukan secercah harapan.

Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar ongkos perjalanan. Itu adalah kesempatan untuk kembali menjadi anak yang bisa berada di sisi ibunya di saat paling dibutuhkan.

Sebelum berangkat, Arifin hanya mampu mengucap terima kasih dengan suara bergetar. Kata-kata sederhana yang mewakili rasa haru dan lega setelah melewati perjalanan yang nyaris mustahil.

Kisah Arifin menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk arus mudik, selalu ada cerita-cerita sunyi tentang perjuangan, pengorbanan, dan cinta keluarga.

Dan di tengah perjalanan itu, kehadiran tangan-tangan yang peduli bisa menjadi penentu antara putus asa dan harapan.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut