get app
inews
Aa Text
Read Next : Tiga Korban yang Tertimbun Longsor di Bandung Barat Ditemukan Petugas Gabungan

Cisarua Bandung Barat Longsor, Warga Diimbau Waspada Potensi Bencana Susulan

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:07 WIB
header img
Badan Geologi mengingatkan masyarakat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat untuk mewaspadai potensi longsor susulan.Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria mengingatkan masyarakat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat untuk mewaspadai potensi longsor susulan, terutama saat hujan mengguyur dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

Menurut Lana, longsor yang terjadi dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian.

"Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng," ucap Lana, Minggu (25/1/2026).

Selain faktor hujan, kata dia gerakan tanah di Desa Pasirlangu juga dipengaruhi kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunung api tua yang telah lapuk, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah terdampak termasuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung lama.

Aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, turut memperbesar risiko longsor dan menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut.

"Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas," kata dia.

Karena itu, Badan Geologi meminta warga di sekitar lokasi longsor untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mengingat, wilayah terdampak merupakan daerah perbukitan dengan kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi. 

"Masyarakat yang tinggal di dekat lereng curam diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih tinggi," ucap Lana.

Dalam proses penanganan bencana, Badan Geologi juga mengingatkan agar keselamatan petugas di lapangan menjadi perhatian utama. 

"Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas," tuturnya.

Editor : Boby

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut