get app
inews
Aa Text
Read Next : Libur Hingga Januari 2026, Distribusi MBG di Karawang Disesuaikan Kebijakan Sekolah

Realisasi Anggaran MBG Tembus Rp855 Miliar per Hari

Selasa, 20 Januari 2026 | 16:45 WIB
header img
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (kanan). Foto: YouTube

JAKARTA, iNews.Karawang.id - Realisasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyentuh Rp17,39 triliun per 16 Januari 2026. Secara harian, realisasi anggaran tembus di angka Rp855 miliar. 

Demikian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR, Selasa (20/1/2026)

Lanjut Dadan, sejak program MBG dimulai pada 8 Januari 2025, pelaksanaan program tersebut menyerap anggaran secara pesat hanya dalam setahun belakangan.

Ia menjelaskan, angka ini meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya sebesar Rp8,55 miliar untuk penggunaan dana operasional harian.

“Mungkin ini salah satu badan setara kementerian yang bisa merealisasikan anggaran sebesar itu dan ini uang turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG dan digunakan 70 persen untuk membeli bahan baku, 20 persen untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan dan 10 persen untuk insentif bagi mitra BGN,” ujar Dadan.

"Dan perlu bapak ibu ketahui per 19 Januari 2026 malam total 21.102 SPPG dan sudah bisa menjangkau 58,3 juta penerima manfaat," tuturnya.

Dia menyebut, realisasi anggaran tidak dipakai untuk kepentingan infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), karena ditanggung oleh mitra. Sehingga, fokus anggaran terserap di bahan baku makanan, dan ke depan bakal memperluas jangkauan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Target SPPG 2026 itu kami perkirakan ada 28 ribu SPPG di aglomerasi, dan 8.617 di daerah terpencil dengan total prediksi penerima manfaat 82,9 juta. Dan diproyeksikan di pertengahan tahun tercapai proyeksi porsi MBG mencapai 21 miliar porsi,” katanya.

Ke depan, BGN akan mengakselerasi perkembangan program BGN lebih masif. Sejalan itu, kualitas layanan dan makanan akan diperhatikan. 

“Dan tentu saja selain mengejar investasi gizi untuk anak, di tahun 2026, kami juga akan melakukan akreditasi dan sertifikasi untuk melihat kualitas layanan sehingga nanti akan mendapatkan kualitas SPPG yang unggul. Di tahun 2026, kualitas adalah tujuan BGN,” ucap Dadan.

Editor : Boby

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut