get app
inews
Aa Text
Read Next : Puluhan Kasus Narkotika di Karawang Terungkap Polisi, 28 Tersangka Berhasil Dibekuk

Program MBG di SDN Karangjaya III Tuai Kritik, Menu Tiga Hari Dinilai Tak Sesuai Anggaran

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:15 WIB
header img
Program MBG di SDN Karangjaya III Tuai Kritik, Menu Tiga Hari Dinilai Tak Sesuai Anggaran. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di SDN Karangjaya III menuai kritik dari guru dan orang tua murid. Makanan yang berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parakan 2 di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran per porsi.

Berdasarkan pantauan di SDN Karangjaya III, Kecamatan Tirtamulya, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 10.23 WIB, paket MBG yang diterima para siswa memiliki kuantitas serta komposisi menu yang dinilai janggal dan tidak seragam.

Sejumlah paket disebut merupakan jatah konsumsi selama tiga hari. Namun, isi paket yang diterima siswa hanya berupa dua kotak susu, kacang, pisang, kurma, dan roti.

“Ini jatah tiga hari untuk siswa di SDN Karangjaya III,” ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Komposisi menu tersebut dinilai belum memenuhi standar gizi seimbang, terlebih jika diperuntukkan sebagai konsumsi selama tiga hari. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara nilai menu dengan anggaran MBG yang telah ditetapkan pemerintah.

Menanggapi hal itu, Rouf, Kepala SPPG Parakan 2, menjelaskan, menu tersebut memang disiapkan untuk kebutuhan tiga hari dan sudah dipesan sepekan sebelumnya.

”Pemesanan barang sudah diproses bagian akuntansi,” ujar Rouf, Senin (23/2/2026).

Menurut dia, menu yang dikomplain guru dan orangtua diperuntukkan bagi siswa kelas I-III.  Sementara itu, untuk siswa kelas IV-VI, menerima porsi yang berbeda.

Ia menyebut proses pemesanan telah dilakukan sejak Minggu sebelumnya karena harus melalui tahapan administrasi dan akuntansi.

Ia juga mengakui penyaluran program MBG saat ini belum menjangkau seluruh tenaga pendidik. Hal tersebut disebabkan keterbatasan kapasitas dapur yang baru mampu memproduksi maksimal 4.000 porsi per hari.

“Jika dapur baru sudah beroperasi, pemerataan penerima manfaat akan dilakukan,” katanya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut