80 ASN Disdikbud Karawang Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Sebanyak 80 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang menerima piagam penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Tanda kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian, loyalitas, dan dedikasi selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun masa kerja.
Piagam penghargaan itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, di GOR Disdikbud Karawang, Senin (12/1/2026).
Wawan mengatakan, penghargaan Satyalancana Karya Satya diberikan melalui proses pengusulan yang berjenjang. Ia menjelaskan bahwa nama-nama penerima diajukan terlebih dahulu oleh Disdikbud Karawang kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, sebelum kemudian diteruskan ke pemerintah pusat.
“Prosesnya diusulkan dari kami di Disdikbud kepada Sekda, kemudian diteruskan ke pusat hingga akhirnya ditetapkan dan ditandatangani oleh Presiden. Ini menunjukkan bahwa penghargaan ini melalui tahapan seleksi dan verifikasi yang ketat,” ujar Wawan.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap aparatur yang telah menunjukkan integritas, kedisiplinan, serta komitmen tinggi dalam menjalankan tugas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan.
“Ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk apresiasi atas pengabdian panjang para pegawai yang selama ini bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh ASN di lingkungan Disdikbud Karawang untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian (Kasubbag Umpeg) Disdikbud Karawang, Joean Himawan menjelaskan, proses pengusulan penerima Satyalancana Karya Satya dilakukan secara administratif dan objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyebutkan, 80 pegawai yang menerima penghargaan tersebut terdiri dari ASN dengan masa kerja 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.
“Setiap tahun kami melakukan pendataan pegawai yang telah memenuhi masa kerja dan persyaratan. Setelah itu dilakukan pengecekan kelengkapan administrasi, termasuk riwayat kepangkatan, daftar hadir, serta rekam jejak disiplin pegawai,” jelasnya.
Joean mengungkapkan, selain masa kerja, aspek kedisiplinan dan kinerja menjadi poin penting dalam proses seleksi. Pegawai yang pernah mendapat sanksi disiplin berat atau memiliki catatan pelanggaran tidak dapat diusulkan sebagai penerima penghargaan.
“Kami memastikan bahwa yang diusulkan benar-benar memenuhi kriteria, baik dari sisi masa pengabdian maupun perilaku kerja. Seluruh berkas kemudian kami ajukan ke Sekretariat Daerah sebelum diteruskan ke pemerintah pusat untuk dilakukan verifikasi lanjutan,” katanya.
Menurutnya, penghargaan Satyalancana Karya Satya tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan aparatur.
Melalui penghargaan ini, diharapkan tumbuh budaya kerja yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kami berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh pegawai, baik yang menerima maupun yang belum, untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di bidang pendidikan,” tutup Joean.
Salah satu penerima penghargaan, Yeni Mulyani Kepala SDN Karawang Wetan I, yang menerima Satyalancana Karya Satya untuk masa pengabdian 20 tahun, mengaku terharu dan bangga atas penghargaan yang diterimanya.
“Penghargaan Satyalancana Karya Satya ini merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian, dedikasi, dan loyalitas ASN di lingkungan Disdikbud Karawang. Perasaan saya terharu, bangga, dan sangat senang,” ungkap Yeni.
Yeni menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi penguat komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan aparatur negara.
“Setelah menerima penghargaan ini, saya berkomitmen untuk terus menjaga integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Penghargaan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja, disiplin, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat dan negara,” katanya.
Yeni juga berkomitmen untuk menjadi teladan bagi rekan kerja serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
“Saya akan terus mengembangkan kompetensi diri, beradaptasi dengan perubahan, dan berkontribusi aktif dalam mendukung visi dan misi organisasi. Penghargaan ini saya maknai bukan sebagai akhir pencapaian, melainkan sebagai amanah untuk terus memberikan pengabdian terbaik secara konsisten dan berkelanjutan,” tutupnya.
Penghargaan Satyalancana Karya Satya (SLKS) adalah tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia yang diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengabdi secara terus-menerus minimal 10, 20, atau 30 tahun, menunjukkan kesetiaan, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, dan prestasi kerja sebagai teladan dalam melayani negara dan masyarakat.
Editor : Frizky Wibisono