get app
inews
Aa Read Next : Viral di Media Sosial Karyawan PT AHM Tewas Gantung Diri di Kontrakan Gegara Judi Online

PPATK Sebut Mayoritas Transaksi Judi Online Dilakukan Masyarakat Kelas Bawah

Rabu, 19 Juni 2024 | 13:21 WIB
header img
Ilustrasi judi onilne (Foto: Dok/BBC)

JAKARTA, iNewsKarawang. id-Terkait  judi online semakin hari kian meresahkan mendapat tanggapan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

PPATK mengungkap mayoritas transaksi judi online bernilai receh, yang artinya kebanyakan dilakukan oleh masyarakat kelas bawah.

Koordinator Kelompok Humas PPATK, Natsir Kongah menyebut lebih dari 80% masyarakat atau hampir 3 juta orang yang bermain judi online melakukan transaksi dengan nilai yang relatif kecil. Disebutkan angka depositnya berada di kisaran Rp100 ribuan.

"Transaksi relatif kecil, Rp100 ribuan. Total agregat transaksi kalangan masyarakat umum ini yang mencakup ibu rumah tangga, pelajar, pegawai gol rendah, pekerja lepas, dan lain lain lebih dari Rp30 trilliun," ujar Kongah, dikutip Selasa (18/6/2024).

Kongah melanjutkan, dari data yang pengaduan yang diterima, banyak anak-anak belum dewasa, kelompok usia SD, SMP, para pengemis, dan mereka yang tidak memiliki pekerjaan bermain judi online menggunakan nama dan rekening perantara.

Bahkan, ada anak yang mengadukan orangtuanya yang telah sepuh kerap bermain judi online menggunakan uang bulanan yang diberikan oleh sang anak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Terbukti dari data transaksi, memang fenomena judi online sudah merambah hampir semua kalangan, dari usia anak-anak hingga usia tua. Sehingga arahan Bapak Presiden memang perlu di taati, jangan terlena dengan judi online," tandasnya.

Untuk diketahui, PPATK mencatat jumlah perputaran transaksi judi online kuartal I tahun 2024 sudah mencapai lebih dari Rp100 triliun. Bahkan, kalau diakumulasi dengan periode tahun-tahun sebelumnya maka total perputaran transaksinya sudah mencapai lebih dari Rp600 triliun.

Ini tentu merupakan angka yang sangat besar, di mana jumlahnya hampir setara dengan 20 persen dari APBN tahun 2024.

Editor : Boby

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut