56 Guru Meninggal Dunia dalam Bencana Gempa Bumi Cianjur

Adi Haryanto
.
Minggu, 27 November 2022 | 15:32 WIB
Gempa Cianjur. (Foto: iNews.id)

BANDUNG BARAT, iNewsKarawang.id - Korban meninggal dunia gempa bumi di Kabupaten Cianjur berdasarkan data hingga Jumat 25 November 2022, telah terdata ada sebanyak 310 orang dan tidak menutup kemungkinan kembali akan bertambah.

Pasalnya berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih ada 24 orang yang dinyatakan masih hilang. Sehingga data tersebut akan terus diperbarui seiring dengan proses pencarian yang masih terus dilakukan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, dari total korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur ada sebanyak 56 guru yang ikut menjadi korban. Proses pencarian masih terus dilakukan dan dirinya pun sudah empat hari berturut-turut bolak balik ke Cianjur.

"Ada 56 guru yang meninggal dunia akibat gempa di Cianjur. Mohon doa dari semua masyarakat atas musibah ini," ucapnya dihadapan ribuan guru yang menghadiri HUT PGRI di Plaza Mekarsari, Kompleks Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Barat, Dede Amar yang turut hadir di KBB menambahkan, secara keseluruhan total ada sebanyak 500 guru yang terdampak gempa Cianjur dan 56 di antaranya meninggal dunia. Saat ini pihaknya sedang mengetuk teman-teman guru se-Jawa Barat untuk bisa membantu korban gempa di Cianjur.

"Ada 500 guru yang terdampak, selain yang meninggal dunia. Makanya sekarang kami lagi mengumpulkan donasi apapun bentuknya, doa atau materi, untuk diserahkan ke posko PGRI maupun Dinas Pendidikan di Cianjur," tuturnya.

Disinggung soal pembelajaran, dirinya saat ini meminta agar anak-anak semangat terlebih dahulu. Mereka harus dipulihkan dari traumanya melalui upaya tim trauma healing yang banyak diterjunkan ke lokasi. Seperti tenaga ahli dari provinsi, pihak kepolisian, dan unsur lainnya.

Sedangkan untuk bangunan sekolah yang rusak pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah dalam pembangunannya kembali. Walaupun sekarang, pihaknya banyak mendapatkan tawaran bantuan seperti dari DKI Jakarta dan Jawa Timur untuk merehabilitasinya.

"Yang mendesak sekarang adalah mental dari anak-anak harus dipulihkan dulu, kalau bangunan sekolah nanti oleh pemerintah. Mereka harus diberi semangat untuk kembali sekolah," pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan data BNPB korban luka-luka akibat gempa Cianjur telah mencapai sebanyak 2.046, pengungsi 62.545, kemudian kerugian materil rumah rusak sebanyak 56.311 unit rumah. Rinciannya 22.208 rusak ringan, kemudian rumah yang rusak sedang sejumlah 11.836, rumah yang rusak berat 22.267.

Editor : Faizol Yuhri

Follow Berita iNews Karawang di Google News

Bagikan Artikel Ini