Adrian Dybwad selaku pendiri PurpleAir mengklaim, data yang disajikan oleh pihaknya ke Google Maps merupakan data dengan tingkat akurasi yang tinggi yang didapat dari sensor PurpleAir.
Menurutnya, data didapat dari proses yang sangat terukur, dengan memancarkan laser tertentu ke udara, memantulkannya ke detektor, lalu detektor mengolah data dan memberikan kesimpulan.
PurpleAir sendiri memang sudah malang melintang dalam mengukur kualitas udara.
Pada tahun 2020 lalu, PurpleAir juga telah berhasil melacak asap kebakaran hutan di Pantai Barat.
Editor : Faizol Yuhri
Artikel Terkait