Lewat Hajat Bumi, PGRI Karawang Perkuat Peran Guru Melestarikan Budaya Lokal

Gelar Maulana Media
Lewat Hajat Bumi, PGRI Karawang Perkuat Peran Guru Melestarikan Budaya Lokal. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang, Waya Karmila, mengajak para guru menjadi pelopor pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi yang dinilai mulai menggerus tradisi dan etika budaya di masyarakat.

Menurut Waya, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar warisan leluhur tetap terjaga.

“Guru harus menjadi pelopor budaya. Sekarang ini etika dan budaya mulai tergerus. Anak-anak perlu dikenalkan kembali kepada budaya leluhur kita agar tidak hilang,” ujar Waya, Senin (27/7/2026).

Ia menegaskan, budaya tidak hanya identik dengan kesenian atau upacara adat, tetapi juga mencakup nilai-nilai kehidupan sehari-hari, seperti etika berpakaian, cara bertutur kata, menghormati orang tua, hingga menghargai sesama.

“Etika berpakaian, bertutur kata, menghormati orang tua dan sesama itu bagian dari budaya. Nilai-nilai seperti ini harus terus diajarkan kepada anak-anak,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen menjaga budaya lokal, PGRI Karawang mulai mengenalkan berbagai tradisi daerah kepada para guru. Salah satunya melalui penyelenggaraan Hajat Bumi PGRI di Kecamatan Tirtamulya yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) dengan mengangkat tradisi sedekah bumi sebagai warisan masyarakat agraris Karawang.

Menurut Waya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang edukasi bagi para guru untuk memahami filosofi budaya lokal sebelum diwariskan kepada peserta didik.

“Tradisi ini perlu dihidupkan kembali. Guru harus tahu dulu makna budaya yang diwariskan para karuhun, baru kemudian bisa menyampaikannya kepada anak-anak di sekolah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Hajat Bumi merupakan tradisi masyarakat agraris sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen melalui sedekah bumi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Esensinya adalah rasa syukur kepada Tuhan melalui sedekah hasil panen. Tradisi seperti ini jangan sampai hilang karena merupakan identitas masyarakat Karawang,” ucap Waya.

Ke depan, PGRI Karawang akan memanfaatkan organisasi profesi guru sebagai wadah untuk memperkuat pemahaman mengenai budaya lokal melalui berbagai diskusi dan kegiatan edukatif. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang menjadi ujung tombak dalam menanamkan karakter serta nilai-nilai budaya kepada peserta didik.

“Kita mulai dari guru dulu. Lewat organisasi PGRI, kami ingin lebih sering berdiskusi dan mengenalkan budaya lokal sehingga nantinya bisa diterapkan dalam proses pendidikan di sekolah. Kalau gurunya paham, anak-anak juga akan mencintai budaya daerahnya,” pungkas Waya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network