KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Sebuah warung makan yang berdiri di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangpamulang, Kampung Sukasari, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, menjadi perbincangan warga. Meski berada di dekat kompleks pemakaman, warung milik Ida Nengsih (50) justru ramai dikunjungi pembeli setiap hari.
Keunikan lokasi warung tersebut membuat banyak warga, bahkan pengunjung dari luar daerah, sengaja datang karena penasaran ingin merasakan sensasi menikmati kuliner di dekat area makam.
“Awalnya banyak yang heran, kok ada warung di dekat makam. Tapi setelah datang, mereka malah betah karena suasananya nyaman dan ramai,” kata Ida Nengsih, Senin (20/7/2026).
Warung yang menyatu dengan rumah miliknya itu berada di ujung permukiman yang berbatasan langsung dengan TPU Karangpamulang. Pada malam hari, suasana warung terlihat berbeda karena dihiasi lampu warna-warni di pepohonan dan atap bangunan sehingga menghilangkan kesan angker.
Ida mengungkapkan, ide membuka usaha di lokasi tersebut datang dari menantunya yang melihat kawasan itu kerap menjadi tempat berkumpul warga.
“Inspirasinya dari menantu ibu. Katanya kalau mau jualan di sini saja karena banyak anak-anak yang main. Mereka juga yang modalin ibu buka warung di sini,” ujarnya.
Baru sekitar dua pekan beroperasi, warung itu sudah memiliki banyak pelanggan. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari nasi uduk, mi ayam, seblak hingga aneka jajanan seperti sosis dan makanan ringan lainnya.
“Alhamdulillah, setiap hari ada saja pembeli. Bahkan ada yang datang dari luar kampung hanya karena penasaran melihat warung yang dekat makam,” tutur Ida.
Warung tersebut mulai buka pada sore hari hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Sementara pagi hingga siang dimanfaatkan untuk beristirahat sekaligus menyiapkan bahan dagangan.
“Sampai malam, jam satu juga ibu masih buka jual nasi uduk. Pagi sampai siang tutup, mulai sore baru buka lagi,” katanya.
Salah seorang pelanggan, Apuh (53), mengaku tidak merasa takut makan di warung yang berada di kawasan pemakaman. Menurutnya, keberadaan warung justru membuat lingkungan menjadi lebih hidup.
“Kalau saya mah biasa saja, tidak ada rasa takut. Justru sekarang jadi ramai dan warga punya tempat untuk kumpul sambil makan,” ujar Apuh.
Ia mengatakan, banyak pengunjung datang bukan hanya untuk mencicipi makanan, tetapi juga ingin merasakan pengalaman makan di lokasi yang unik.
“Banyak yang penasaran. Katanya ingin merasakan adrenalin makan di dekat makam. Pas datang ternyata suasananya nyaman, jadi mereka malah sering balik lagi,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
