KARAWANG, iNEWSKarawang.id - Warga Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, mengaku hidup dalam teror serbuan kutu beras yang diduga berasal dari gudang penyimpanan beras di sekitar permukiman. Gangguan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan itu membuat warga harus membersihkan rumah berkali-kali setiap hari karena kutu terus bermunculan.
Salah seorang warga, H. Ahmad Kamil, mengatakan kutu beras datang dalam jumlah besar, terutama pada pagi dan malam hari. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari terganggu dan kenyamanan warga hilang.
"Setiap pagi, sore, dan malam kami harus beberapa kali menyapu rumah. Kutunya sangat banyak dan terus masuk ke dalam rumah,"keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang berharap pemerintah dan pengelola gudang segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurut warga, laporan yang telah disampaikan belum membuahkan hasil sehingga serangan kutu masih terus terjadi.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bulog Karawang, Rafki Ismael, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut bersama pengelola gudang.
Rafki menjelaskan, Bulog telah menerapkan Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT) sebagai standar dalam mengendalikan hama selama proses penyimpanan beras.
"Pada penyimpanan beras, hama memang memiliki siklus hidup. Karena itu kami terus melakukan upaya pengendalian melalui berbagai langkah, seperti fumigasi pada komoditas dan penyemprotan (spraying) di lingkungan gudang. Langkah tersebut bertujuan mengendalikan tingkat serangan hama di gudang penyimpanan beras Bulog," ujarnya.
Ia menambahkan, Bulog bersama pihak pengelola gudang, BGR, telah melakukan monitoring langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Kami bersama teman-teman BGR sudah melakukan monitoring ke lapangan. Memang ada beberapa warga yang terdampak, dan hal itu sudah kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera teratasi. Bulog bersama BGR akan bertanggung jawab agar kenyamanan masyarakat di sekitar gudang tetap terjaga," katanya.
Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas beras, Rafki memastikan keberadaan kutu beras tidak memengaruhi mutu beras yang akan disalurkan kepada masyarakat.
"Kutu beras yang ada merupakan hama sekunder, sehingga tidak menyerang komoditas secara langsung. Sebelum beras disalurkan, kami juga rutin melakukan proses pengolahan dan pemeriksaan kualitas. Karena itu, kami memastikan beras yang diterima masyarakat tetap dalam kondisi baik dan layak konsumsi," pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
