KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kebakaran terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cirejag, Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Selasa (9/6/2026). Api mulai dilaporkan sekitar pukul 12.17 WIB dan baru berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman selama berjam-jam.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Karawang, Encep, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 12.50 WIB. Tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan menyelesaikan operasi pemadaman pada pukul 20.00 WIB.
“Objek yang terbakar adalah TPST Cirejag. Dugaan sementara sumber api berasal dari proses dekomposisi sampah yang menghasilkan gas metana,” kata Encep, Rabu,(10/6/2026).
Dalam menangani kebakaran tersebut, BPBD Karawang menerjunkan lima unit kendaraan pemadam kebakaran.
"Meski sebagian bangunan dan sejumlah peralatan operasional mengalami kerusakan akibat terbakar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut," tuturnya.
Petugas Damkar BPBD Karawang bersama aparatur Desa Cirejag, pengelola TPST, dan masyarakat setempat melakukan upaya pemadaman serta pengendalian agar api tidak meluas ke area lainnya.
Sementara itu, Kabid Kebersihan Penanganan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, Willy, menjelaskan hasil peninjauan lapangan menunjukkan kebakaran diduga dipicu kondisi cuaca panas yang meningkatkan suhu tumpukan sampah sehingga memicu akumulasi gas metana dan menimbulkan titik api.
“Setelah menerima laporan kejadian, tim gabungan segera melakukan penanganan di lokasi. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi asesmen lokasi kejadian, koordinasi dengan unsur terkait, pengamanan area, serta upaya pemadaman secara intensif,” ujar Willy.
Ia menambahkan, hingga pukul 17.53 WIB api sudah mulai padam dan petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
“DLH Kabupaten Karawang mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mendekati area kebakaran demi keselamatan bersama,” katanya.
Menurut Willy, perkembangan lebih lanjut terkait dampak dan evaluasi pascakebakaran akan disampaikan setelah proses penanganan di lapangan selesai dilakukan.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
