KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Momentum peringatan Hari Kenaikan Isa Al-Masih 2026 menjadi titik penguat toleransi dan kesetaraan di Kabupaten Karawang. DPRD Karawang menginisiasi rencana pengadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) inklusif tanpa diskriminasi bagi seluruh umat beragama.
Gagasan tersebut muncul setelah adanya aspirasi dari umat Kristiani, khususnya terkait sulitnya mendapatkan lahan pemakaman layak bagi warga kurang mampu.
Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin, mengatakan persoalan pemakaman merupakan hak dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan bupati, sekda, serta dinas terkait agar ke depan tidak ada lagi diskriminasi soal pemakaman di Karawang,” ujar Endang Sodikin, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, rencana pengadaan TPU umum tersebut akan disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Karawang agar tetap sesuai aturan tata kelola daerah.
HES, sapaan akrab Endang Sodikin, menyoroti masih tingginya biaya pemakaman yang harus ditanggung masyarakat, khususnya umat Kristiani kurang mampu, bahkan mencapai puluhan juta rupiah.
“Kami ingin memastikan warga, khususnya umat Kristiani yang kurang mampu, tidak lagi kesulitan atau terbebani biaya besar hanya untuk mendapatkan tempat pemakaman. Ini kewajiban pemerintah daerah,” tegasnya.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga datang dari Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan Karawang, Asep Agustian. Menurutnya, langkah DPRD menjadi bentuk nyata menjaga nilai keberagaman dan pluralisme di Karawang.
“Ide ini harus kita dukung bersama. Saya optimistis bupati juga akan menyetujui, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat dan semangat pluralisme,” kata Asep.
Pria yang akrab disapa Askun itu menambahkan, Karawang sebagai daerah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya harus memastikan seluruh warga memperoleh hak pelayanan publik yang setara.
“Karawang ini rumah bersama. Tidak boleh ada lagi diskriminasi dalam pelayanan publik, termasuk soal TPU. Semua warga berhak mendapatkan fasilitas yang sama,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
