Banyak Orangtua Takut Imunisasi Campak, Dinkes Karawang Pastikan Vaksin MR Aman

Nurul Rahma Amalia
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Ketakutan sebagian orangtua terhadap imunisasi campak masih menjadi tantangan bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang. 

Di tengah upaya pemerintah meningkatkan cakupan vaksinasi anak, masih beredar anggapan bahwa vaksin campak MR dapat menyebabkan autisme. Padahal, informasi tersebut dipastikan tidak benar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu menegaskan, vaksin campak MR aman dan telah terbukti secara medis tidak berkaitan dengan autisme.

“Campak itu tidak menyebabkan autisme, jadi jangan takut membawa anak untuk imunisasi campak,” ujar Yayuk, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, ketakutan yang muncul di masyarakat sebagian besar dipicu oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Akibatnya, masih ada orangtua yang ragu bahkan menolak membawa anaknya untuk imunisasi.

“Banyak informasi hoaks yang beredar, padahal vaksin campak MR sudah melalui proses penelitian dan aman digunakan,” katanya.

Di sisi lain, penyakit campak justru memiliki risiko serius bagi anak apabila tidak dicegah sejak dini. Selain sangat mudah menular, campak dapat memicu komplikasi berbahaya seperti infeksi paru, radang otak, hingga kematian.

Karena itu, Dinkes Karawang terus mengingatkan pentingnya imunisasi campak MR sebagai perlindungan dasar bagi anak.

Yayuk menjelaskan, imunisasi campak harus diberikan lengkap sebanyak tiga dosis agar kekebalan tubuh anak terbentuk secara optimal. Vaksin diberikan saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan ketika duduk di kelas 1 SD.

“Kalau lengkap tiga dosis, perlindungannya akan lebih baik terhadap virus campak,” katanya.

Bagi Dinkes Karawang, imunisasi bukan hanya melindungi satu anak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kekebalan kelompok atau herd immunity agar penyebaran penyakit dapat ditekan.

“Ketika cakupan imunisasi tinggi, penyebaran penyakit juga bisa dicegah. Jadi bukan hanya melindungi anak sendiri, tapi juga lingkungan sekitar,” ucap Yayuk.

Melalui puskesmas, posyandu, hingga layanan imunisasi di sekolah, pemerintah terus mendorong para orangtua untuk tidak ragu melengkapi vaksinasi anak sesuai jadwal.

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Dinkes Karawang mengajak masyarakat lebih bijak memilah informasi kesehatan dan tidak mudah percaya pada kabar bohong yang belum terbukti kebenarannya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network