JAKARTA, iNewsKarawang.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (20/4/2026) siang.
Apa yang akan dibahas?
Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, terlihat Brian tiba lebih dulu sekitar pukul 13.50 WIB. Tak berselang lama, Sakti Wahyu Trenggono juga tiba di Istana.
Saat dikonfirmasi apa yang akan dibahas dengan Prabowo, Brian mengaku belum mengetahui materi yang akan dibahas.
“Saya belum, cuma mungkin tentang Giant Sea Wall ya. Tapi nanti saya lihat dulu ya,” kata Brian kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Sebelumnya, Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) kini memasuki tahap penyusunan master plan. Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menegaskan perencanaan ini dilakukan sesuai arahan Prabowo, dengan tujuan mempercepat pengerjaan mega proyek untuk menanggulangi penurunan permukaan tanah dan risiko banjir rob di wilayah pesisir.
Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan pembangunan GSW menjadi alternatif dalam mengatasi masalah pesisir, termasuk banjir rob, degradasi lingkungan, dan tersendatnya aliran air karena minimnya daerah penampung seperti embung atau bendungan.
"Dengan kondisi seperti itu, Bapak Presiden mengarahkan kami untuk segera menyusun master plan sebagai persiapan rencana induk pembangunan dan perlindungan Pantura Jawa," kata Didit saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan kajian BOPPJ, sekitar 17 juta jiwa penduduk di Pantura terdampak banjir rob dan penurunan permukaan tanah. Potensi kerugian ekonomi akibat fenomena tersebut diperkirakan mencapai 368,37 miliar dolar AS.
Didit menambahkan, di pesisir Jakarta, GSW bakal dibagi menjadi dua bagian utama: tanggul laut raksasa di timur dan barat, dengan jembatan penghubung di antaranya. Di sisi GSW juga akan dibangun waduk retensi yang berpotensi menjadi pasokan air baku bagi ibu kota.
GSW kawasan Pantura direncanakan membentang 535 kilometer, mencakup lima provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta lima kota dan 25 kabupaten. Nilai investasi proyek diperkirakan 80 miliar dolar AS dengan tahap awal pembangunan di Teluk Jakarta menelan biaya sekitar 8-10 miliar dolar AS.
Editor : Boby
Artikel Terkait
