Prabowo Berharap di Tiap Kota dan Kabupaten Ada Sekolah Rakyat

Binti Mufarida/Boby
Siswa Sekolah Rakyat. Dok. Kemensos

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan, Presiden Prabowo Subianto ingin agar setiap kota dan kabupaten memiliki Sekolah Rakyat. Apalagi, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk menyelenggarakan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin.

Wamensos mengungkapkan hal itu saat menerima Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

"Jadi presiden itu mintanya setiap kota/kabupaten minimal punya satu (Sekolah Rakyat). Saya ingin mengatakan, walaupun sekarang di Banggai sedang berproses, nggak usah khawatir karena itu perintah presiden gitu loh, tinggal waktunya saja. Kalau tidak bisa mulai tahun ini ya mudah-mudahan karena sudah diusulkan awal-awal tahun depan sudah bisa dibangun," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Dijelaskannya,.pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat kini sedang memasuki proses tahap kedua yang tersebar pada 104 titik di seluruh Indonesia. Sekolah-sekolah ini ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran baru 2026 untuk menggantikan gedung sekolah rintisan yang digunakan sejak Juli 2025 lalu.

Menurut Agus, apabila pembangunan Sekolah Rakyat di Banggai tidak dapat dilakukan pada tahap kedua, maka bisa mengikuti tahap ketiga. Namun, status lahan yang diusulkan sudah harus jelas dan memiliki sertifikat.

" Di Banggai kan tidak ada rintisan, jadi kalau kemudian slot untuk tahap yang ketiga karena Pak Presiden minta selain 104 (titik) ada 100 sekolah lagi (akan dibangun) di tahun ini. Kalau kuotanya masih ada, ya nanti (usulan Pemkab Banggai) masuk tahap ketiga dengan catatan harus definitif punya pemkab. Apa buktinya? Harus (punya) sertifikat atas nama pemkab," ujarnya.

Agus menambahkan, Prabowo menginstruksikan agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam menjalankan program-program prioritas presiden. Sebab, target yang ingin dicapai, salah satunya adalah menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

"(Target) Yang kedua, angka kemiskinan di Indonesia di tahun 2029 harus di bawah 2 persen, maka program-program pusat, seperti Sekolah Rakyat, terus kemudian Koperasi Desa Merah Putih, kampung nelayan, silakan semuanya segera diakses," ujar Agus.

Editor : Boby

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network