YANGON, iNewsKarawang.id - Pemimpin kudeta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, secara resmi dikabarkan telah terpilih untuk menjabat sebagai presiden negara tersebut.
Langkah ini menandai babak baru dalam struktur pemerintahan di Myanmar sejak militer mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada awal tahun 2021 lalu.
Keputusan tersebut diambil di tengah situasi politik yang masih dipenuhi ketegangan serta penolakan dari berbagai pihak di dalam negeri maupun komunitas internasional.
Terpilihnya Min Aung Hlaing sebagai presiden dipandang oleh banyak pengamat sebagai upaya militer untuk memperkuat legitimasi kekuasaan mereka secara formal.
Selama ini, sang jenderal telah mengendalikan roda pemerintahan melalui Dewan Kepemimpinan Negara, namun dengan jabatan presiden, ia kini memiliki posisi konstitusional tertinggi dalam struktur pemerintahan versi militer.
Proses penetapan jabatan ini dilakukan setelah militer berulang kali melakukan perpanjangan status masa darurat di negara itu. Pihak militer berargumen bahwa penunjukan ini diperlukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional sebelum mereka mampu menyelenggarakan pemilihan umum yang dijanjikan.
Namun, kelompok pro-demokrasi tetap memandang langkah ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap aspirasi rakyat yang menginginkan kembalinya pemerintahan sipil yang sah.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
