KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Bagi ibu menyusui, menjalankan ibadah puasa Ramadan sering menimbulkan kekhawatiran apakah produksi ASI akan tetap aman. Pasalnya, selama berpuasa asupan makan dan minum hanya bisa dilakukan dari waktu berbuka hingga sahur.
Karena itu, pengaturan pola nutrisi, cairan, dan istirahat menjadi hal penting agar kondisi ibu tetap sehat serta kebutuhan gizi bayi tetap terpenuhi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Karawang, Nurmala Hasanah, mengatakan berkurangnya produksi ASI saat berpuasa umumnya disebabkan oleh kurangnya konsumsi cairan.
“Biasanya kalau tidak puasa, ibu bisa minum dari pagi sampai sore. Saat puasa waktunya terbatas, jadi harus diatur supaya tetap cukup. Minimal delapan gelas sehari dari waktu berbuka sampai sahur,” ujar Nurmala, Selasa (3/3/2026).
Agar kualitas dan kuantitas ASI tetap terjaga selama menjalankan puasa, ia membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu menyusui.
Pertama, memenuhi kebutuhan cairan minimal delapan gelas per hari. Pola minum bisa dibagi dua gelas saat berbuka, empat gelas di sela waktu malam, dan dua gelas saat sahur.
“Air sangat berpengaruh pada produksi ASI. Jangan hanya minum manis saat berbuka, tapi pastikan air putihnya cukup,” katanya.
Kedua, mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Ibu menyusui dianjurkan memperbanyak protein hewani seperti daging, ayam, ikan, atau telur, serta melengkapi menu dengan sayuran dan buah.
“Isi piringnya harus lengkap, ada karbohidrat, lauk, sayur, dan buah. Hindari terlalu banyak gorengan atau makanan tinggi gula karena itu tidak membantu kualitas ASI,” jelasnya.
Ketiga, mengelola ASI dengan cara memerah atau pumping, terutama bagi ibu yang bekerja atau tidak selalu bersama bayi. ASI yang diperah dapat disimpan di lemari pendingin dan dihangatkan saat akan diberikan kepada bayi.
“Kalau ibu tidak bersama bayi, ASI bisa diperah lalu disimpan. Saat akan diberikan cukup dihangatkan, tidak perlu direbus,” ungkapnya.
Nurmala menegaskan, bayi usia 0–6 bulan tetap dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif meski ibu sedang menjalankan puasa. Sementara bagi bayi di atas 6 bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Dengan pengaturan cairan, pola makan yang baik, dan manajemen ASI yang tepat, ibu menyusui tetap bisa berpuasa tanpa mengurangi kebutuhan gizi bayi,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
