KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Banjir di Kabupaten Karawang kini tersisa di lima kecamatan dan 10 desa. Jumlah tersebut menurun dibandingkan kondisi sebelumnya yang melanda 11 kecamatan dan 21 desa, berdasarkan pembaruan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan, wilayah dengan kondisi banjir terparah saat ini masih berada di Desa Karangligar dan Desa Sukamakmur. Di Desa Karangligar, ketinggian air dilaporkan masih mencapai sekitar dua meter.
“Banjir yang paling parah saat ini masih berada di Karangligar dengan ketinggian air sekitar dua meteran, termasuk Desa Sukamakmur,” ujar Aep.
Sementara itu, di Desa Tirtajaya, Kecamatan Dengklok, genangan air masih terjadi dengan ketinggian sekitar 20 hingga 40 sentimeter.
Dalam upaya penanganan banjir, Aep menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan secara langsung dan bergerak terkoordinasi di bawah komando BPBD Kabupaten Karawang.
“Semua kepala OPD kami wajibkan turun langsung. Tidak saling menunggu, masing-masing bergerak sesuai tugas dan kewenangannya,” tegasnya.
Selain pengerahan OPD, Pemkab Karawang juga terus melakukan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa, terutama dalam penyediaan layanan kesehatan, penanganan pengungsi, serta penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak banjir.
Di sektor pertanian, Aep menyebutkan sekitar 1.800 hektare sawah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 hingga 40 persen lahan berada pada masa panen. Untuk melindungi petani, Pemkab Karawang telah berkoordinasi dengan Bulog agar gabah petani tetap diserap sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), meskipun dalam kondisi basah.
Menutup keterangannya, Aep berharap kondisi cuaca segera membaik dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
“Kami berharap intensitas hujan segera menurun. Masyarakat di wilayah rawan banjir agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
